Alasan Sunah Berbuka Puasa dengan Kurma Ganjil
- 23 Feb 2026 17:00 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Berbuka puasa dengan kurma, menjadi tradisi umat Muslim yang sarat makna spiritual, kesehatan, serta tuntunan sunah Nabi Muhammad. Anjuran makan kurma jumlah ganjil saat berbuka, ternyata memiliki dasar agama dan hikmah ilmiah.
Melansir quartal.id, dalam sunah, Nabi Muhammad saw. biasa berbuka puasa dengan kurma sebelum menyantap makanan berat lainnya. Kebiasaan ini menjadi teladan umat untuk mengikuti pola berbuka sederhana, namun penuh keberkahan dan kesehatan tubuh agar optimal.
Jumlah ganjil memiliki makna tersendiri dalam Islam, karena Allah mencintai bilangan ganjil sebagai simbol tauhid dan kesempurnaan ibadah. Karena itu, makan kurma ganjil saat berbuka dianggap mengikuti nilai sunah secara utuh bagi umat Muslim.
Dari sisi kesehatan, kurma mengandung gula alami yang cepat mengembalikan energi tubuh setelah berpuasa seharian penuh menahan lapar. Serat tinggi kurma, membantu pencernaan dan menjaga kestabilan gula darah secara bertahap bagi tubuh manusia.
Berbeda dengan sirup manis, kurma memberikan rasa kenyang lebih lama dan tidak memicu lonjakan gula darah mendadak. Hal ini membantu tubuh tetap bertenaga dan tidak mudah lemas, setelah berbuka puasa.
Konsumsi kurma secara bijak juga mendukung kualitas ibadah malam seperti tarawih dan tadarus Al-Quran selama bulan suci Ramadan. Energi stabil, membuat umat mampu beribadah lebih khusyuk tanpa gangguan kantuk berlebihan, setelah berbuka puasa dengan kurma.
Memahami hikmah makan kurma ganjil, membantu umat menjalankan sunah dengan kesadaran dan pengetahuan agama Islam secara benar. Tradisi ini bukan sekadar kebiasaan, tetapi perpaduan nilai spiritual, kesehatan, dan ketaatan umat Muslim kepada ajaran Nabi Muhammad.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....