Siaran RRI Jadi Andalan Tunanetra Ikuti Piala Dunia 2026
- 18 Jul 2026 14:21 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura – Ketua Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Provinsi Papua, Stevanus Imbiri, mengatakan siaran Radio Republik Indonesia (RRI) masih menjadi media utama bagi penyandang tunanetra di Papua untuk mengikuti pertandingan Piala Dunia 2026. Menurutnya, penyampaian informasi melalui radio lebih mudah dipahami karena menggunakan Bahasa Indonesia dan menghadirkan deskripsi pertandingan yang lebih rinci.
Stevanus menjelaskan, dirinya dipercaya oleh Pertuni Pusat sebagai Ketua Pertuni Provinsi Papua. Ia menyebutkan, Pertuni telah hadir di Papua sejak 1986, sementara organisasi Pertuni secara nasional berdiri pada 1962. Sebelum pemekaran wilayah Papua, jumlah anggota Pertuni di Provinsi Papua tercatat sekitar 500 orang.
Terkait penyelenggaraan Piala Dunia 2026, Stevanus mengatakan sebagian anggota Pertuni mengikuti perkembangan pertandingan melalui media sosial. Namun, mayoritas masih memilih mendengarkan siaran langsung melalui RRI.
"Kami sudah menyampaikan kepada Pertuni Pusat agar memberikan kesempatan kepada anggota Pertuni di daerah untuk terus dapat mengikuti siaran Piala Dunia melalui RRI. Hal ini juga telah dikomunikasikan sebelumnya," ujarnya .
Menurut Stevanus, siaran pertandingan melalui RRI lebih membantu dibandingkan siaran televisi. Pasalnya, banyak tayangan televisi menggunakan bahasa asing, sedangkan RRI menyajikan laporan pertandingan dalam Bahasa Indonesia dengan uraian jalannya pertandingan yang lebih jelas.
"Bagi kami yang tunanetra, RRI sangat membantu karena informasi yang disampaikan lebih detail. Kami bisa mengetahui situasi pertandingan hanya melalui suara, sehingga lebih mudah memahami apa yang terjadi di lapangan," katanya.
Ia mengungkapkan antusiasme anggota Pertuni dalam mengikuti pertandingan Piala Dunia sangat tinggi. Bahkan, meski harus bangun pada dini hari untuk menyesuaikan jadwal pertandingan, hal tersebut tidak menjadi kendala. Sejumlah anggota juga membentuk kelompok nonton atau dengar bersama untuk menikmati pertandingan sambil mendukung tim favorit masing-masing.
Stevanus menilai radio tetap menjadi media yang paling ramah bagi penyandang tunanetra karena mengandalkan kekuatan audio. Berbeda dengan media visual, radio memungkinkan penyandang tunanetra memperoleh informasi secara utuh melalui narasi penyiar.
Ia berharap RRI terus mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas siaran olahraga, tidak hanya pada ajang Piala Dunia, tetapi juga kembali menyiarkan pertandingan sepak bola lokal maupun nasional seperti yang pernah dilakukan pada masa lalu.
"Kami berharap RRI tidak hanya menyiarkan Piala Dunia, tetapi juga kembali menghadirkan siaran pertandingan sepak bola lokal dan nasional. Dengan begitu, kami sebagai penyandang tunanetra dapat terus menikmati informasi olahraga secara lebih maksimal," ujarnya.
Selain melalui siaran radio konvensional, Stevanus juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, memanfaatkan layanan RRI Digital agar semakin mudah mengakses siaran olahraga dan berbagai informasi lainnya kapan pun dan di mana pun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....