Teknologi Offside AI Piala Dunia 2026: Revolusi atau Kontroversi?
- 30 Mei 2026 21:29 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - FIFA resmi menghadirkan lompatan teknologi terbesar dalam sejarah pengambilan keputusan wasit, menjelang Piala Dunia 2026 mendatang. Sistem Semi-Automated Offside Technology terbaru, kini diperkuat kecerdasan buatan serta avatar tiga dimensi untuk seluruh pemain.
Sebanyak 1.248 pemain dari 48 tim peserta telah menjalani pemindaian tubuh, guna menghasilkan model digital akurat. Melansir BBC Sport, proses pemindaian berlangsung sangat cepat dan hanya membutuhkan waktu satu detik saja.
| Baca juga: Perjalanan Spanyol ke Final Piala Dunia 2026 |
Avatar digital tersebut menggantikan manekin komputer generik, yang digunakan pada tayangan ulang keputusan offside sebelumnya. Melansir Reuters, FIFA bekerja sama dengan Lenovo, untuk menghadirkan visualisasi keputusan yang lebih realistis bagi penonton.
Teknologi ini didukung bola resmi Adidas yang dilengkapi sensor KINEXON, untuk mengirimkan data posisi secara akurat. Melansir ESPN, sensor tersebut membantu menentukan titik tendangan sehingga posisi pemain dapat dianalisis dengan presisi.
Kehadiran sistem baru ini, memunculkan perdebatan di kalangan pelatih serta pengamat sepak bola dunia menjelang turnamen. Melansir Inside World Football, beberapa pihak mempertanyakan dampaknya terhadap pemain bertubuh tinggi dibandingkan pemain lainnya.
FIFA juga mengembangkan fitur baru, yang mengirimkan peringatan audio langsung kepada asisten wasit di lapangan. Melansir The Guardian, inovasi tersebut dirancang untuk mengurangi penundaan pertandingan yang sering dikeluhkan banyak pihak.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyebut kombinasi avatar kecerdasan buatan dan sensor bola sebagai kemajuan penting. Melansir FIFA, teknologi tersebut telah diuji coba sebelum diterapkan secara penuh pada Piala Dunia 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....