Kenapa Disebut Roti Sobek dan Asal Mulanya

  • 05 Okt 2026 05:27 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Dinamakan roti sobek, karena cara menyantapnya dipisah dengan tangan tanpa menggunakan pisau pemotong sama sekali. Pembagian adonan menjadi beberapa bagian kecil dalam satu loyang membuat teksturnya sangat mudah untuk dipisahkan saat disajikan.

Adonan roti manis yang dipanggang bersamaan, telah dikenal sejak abad pertengahan di kawasan Eropa Pasifik. Tradisi memanggang kumpulan adonan kecil secara berdampingan ini, kemudian menyebar luas ke seluruh penjuru dunia dengan cepat.

Melansir Barleycake.com, sejarah roti sobek bermula dari konsep roti yang mudah dibagi, seperti roti pita atau mantou. Melalui pengaruh kuliner Eropa dan adaptasi lokal di Indonesia, lahirlah roti sobek yang praktis dengan tekstur lembut yang disukai semua kalangan.

Di era 1980-1990, roti sobek mulai dijual luas di berbagai toko roti dan bakery, berkembang dengan beragam variasi. Yakni seperti roti sobek keju dan cokelat. Inovasi modern terus menghadirkan kreasi baru yang menarik dengan isian dan topping yang menggoda.

Masyarakat Indonesia mulai mengenal varian roti ini sejak zaman kolonial Belanda, melalui resep baking tradisional Eropa tempo dulu. Pengaruh budaya kuliner barat tersebut, berakulturasi dengan selera lokal hingga menciptakan penganan khas yang sangat dicintai masyarakat.

Bentuk roti yang berderet rapi juga sering dikaitkan dengan istilah bentuk otot perut pria yang sangat atletis. Kepopuleran istilah fisik tersebut, makin memperkuat sebutan nama penganan ini di tengah kehidupan masyarakat modern saat ini.

Teksturnya yang amat lembut, menjadikan sajian ini sangat cocok dinikmati bersama secangkir kopi hangat pada pagi hari. Kehangatan aroma gandum yang khas, selalu berhasil memanjakan lidah setiap orang yang memakannya dalam berbagai kesempatan santai.

Pilihan isian roti kini makin beragam mulai dari cokelat manis, keju gurih, hingga aneka selai buah yang lezat. Inovasi rasa yang tiada habisnya, membuat camilan klasik ini tetap bertahan melewati lintas generasi hingga masa kini.

Kehadirannya dalam acara kumpul keluarga, selalu menjadi simbol kebersamaan yang sangat hangat bagi setiap anggota keluarga yang hadir. Momen berbagi tiap potongan roti, menciptakan keakraban yang makin erat di antara seluruh anggota keluarga yang berkumpul.

Sajian kuliner ini terbukti berhasil mempertahankan eksistensinya, sebagai salah satu kudapan favorit masyarakat sepanjang masa sampai sekarang. Kesederhanaan cara penyajiannya, menjadi alasan utama mengapa penganan ini selalu dirindukan oleh para pencinta kuliner tanah air.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....