Apakah Masakan Indonesia Kurang Sehat? Ini Penjelasannya
- 18 Mar 2026 20:34 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Masakan Indonesia seringkali dianggap kurang sehat, karena mengandung santan kental serta teknik penggorengan yang dilakukan secara berulang-ulang. Padahal, penggunaan bumbu rempah alami yang melimpah, sebenarnya memberikan banyak manfaat kesehatan bagi tubuh manusia jika dikonsumsi benar.
Melansir Kementerian Kesehatan RI, konsumsi lemak jenuh yang berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner. Sebaiknya, Anda membatasi asupan gorengan dan beralih pada metode memasak yang lebih sehat, seperti mengukus atau merebus bahan.
| Baca juga: Warung Makan Ayam Rempah Kota Jayapura |
Kandungan garam yang sangat tinggi dalam masakan tradisional, sering memicu tekanan darah tinggi bagi para penikmat kuliner. Oleh karena itu, penting untuk mulai mengurangi penggunaan penyedap rasa buatan dalam setiap masakan rumah.
Karbohidrat berlebih dari porsi nasi putih yang terlalu besar, dapat meningkatkan kadar gula darah dalam waktu singkat. Anda bisa mencoba mengganti nasi putih dengan nasi merah atau sumber serat lainnya, agar metabolisme tubuh tetap terjaga.
Secara medis, kuliner Indonesia tidak sepenuhnya buruk asalkan mampu menjaga keseimbangan nutrisi dan mengontrol porsi makan setiap hari. Disiplin memilih bahan makanan yang segar, adalah kunci utama menikmati kelezatan nusantara tanpa harus mengorbankan kesehatan.
Sayangnya, tradisi masyarakat sering melupakan pentingnya asupan sayuran mentah sebagai penyeimbang nutrisi dari lauk-pauk yang berlemak. Menambahkan porsi serat yang cukup, akan membantu sistem pencernaan bekerja lebih optimal dalam menyerap sari makanan setiap harinya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....