Mengapa Ketupat dan Opor Ayam Jadi Hidangan Identik Lebaran?
- 13 Mar 2026 20:20 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Hari Raya Idulfitri atau Lebaran, tentunya tidak lepas dari hidangan ketupat dan opor ayam. Lantas, mengapa dua menu tersebut identik dan bisa ditemui hampir di setiap rumah ketika Idulfitri tiba?
Melansir laman jatim.nu.or.id? ketupat sendiri populer di kalangan masyarakat Jawa. Mereka meyakini yang memperkenalkan ketupat pertama kali adalah salah seorang Wali Songo, Sunan Kalijaga.
Ketupat atau 'kupat' berasal dari bahasa Jawa, yang berarti 'ngaku lepat' atau mengakui kesalahan. Hal inilah yang menjadikannya identik dalam Hari Raya Idulfitri karena sesama umat Muslim diharapkan saling memaafkan. Bukan sekadar bermaafan saja, tetapi mengakui kesalahan dengan cara menikmati ketupat (kupat) bersama-sama.
Ketupat (kupat) sendiri, biasanya disajikan dengan opor ayam, mengapa harus demikian? Melansir dari laman yogyaku.com, opor ayam juga memiliki makna filosofis tersendiri di setiap komponennya.
Kuah opor terbuat dari santan. Dalam bahasa Jawa, santan biasa diucapkan 'santen' yang memiliki bunyi sama seperti 'pangapunten'. Kata ini berarti permohonan maaf.
Kuah opor umumnya berwarna putih pekat, yang melambangkan kesucian dan kebersihan hati setelah menjalani puasa Ramadan. Daging ayam dipilih, karena ayam melambangkan hewan yang senang berkumpul. Hal ini melambangkan pentingnya silaturahmi.
Dari makna filosofi tersebutlah, ketupat dan opor ayam menjadi hidangan identik di Hari Raya Idulfitri. Penyajian hidangan ini menjadi tradisi yang diwariskan turun-temurun, karena sejalan dengan esensi momen Idulfitri. Yakni setiap orang saling berkumpul dan memaafkan. (Aldy Riandito).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....