Kue Putu Datangkan Rezeki, Dikenal 1200 Tahun Lalu

  • 08 Feb 2026 08:17 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura -  Pakde putu, sebutan pelanggan kue putu yang mangkal di seputaran pasar Hamadi Kota Jayapura. Bunyi tiupan suling kukusan ciri khas kue putu mengundang rezeki dari  setiap pecinta kue putu singgah dan membeli.

Pria tegap berisi  asal Purwokerto menceritakan kurang lebih sembilan tahun berjualan kue  putu. Dari jam tiga sore hingga jam delapan malam. “Sangatlah tidak mudah kadang habis cepat, kadang habis lama tapi kuncinya ikhtiar dan setia," katanya. 

Pakde putu menceritakan proses pembuatan kue putu.  “Saya membuatnya menggunakan beras yang digiling halus, dicampur  air sedikit demi sedikit. Aduk rata hingga butiran pasir halus , kukus 15 menit dan dinginkan dalam suhu ruang," katanya. 

Campur kembali dengan garam, air daun pandan dan suji untuk menghasilkan butir adonan berwarna hijau lembut. Aduk dengan tangan, gelindingkan pada pengayak khusus terbuat dari bambu berlubang-lubang kecil yang hanya didapati dari Jawa. Hingga butiran halus dan kukus kembali.

Adonan putu yang telah jadi dibawanya ke tempat mangkalnya pertigaan menuju pasar induk Hamadi dan pelelangan ikan Hamadi. Disitulah adonan akan dicetak pada potongan bambu-bambu yang tengahnya di isi gula merah.

Proses pematangan kue putu dengan uap air kukusan hingga matang, dan  di atasnya ditaburi kelapa muda yang gurih. Prosesnya memakan waktu 5 – 7 menit. 

” Asal mau antri saja,pembeli bisa menunggu saya buatkan. Isinya 7 potong kue putu seharga    Rp10.000 saja," ujarnya.

Sehari ia menyiapkan lima sampai enam kilo adonan Putu. Dari Rp300.000  yang didapatinya bila habis semua.   Keuntungan bersih  yang diperolehnya bisa mencapai Rp80.000 – Rp.150.000.

Pakde putu mengakui akan terus setia berjualan kue putu. Peminatnya masih banyak, karena rasanya enak, manis  dan lembut di lidah. Nikmat bila dimakan panas-panas dan diminati berbagai kalangan.

 Penjual kue putu di Kota Jayapura hanya hitungan jari  kurang lebih hanya tiga orang saja. Melansir www. fimela.com dan beautynesia.com, kue putu,kue  tradisional Jawa ini mampu menimbulkan rasa kangen dan nostalgia. Karena telah ada turun temurun. 

Keunikan proses masaknya lewat cetakan bambu yang diletakkan pada media kukusan kaleng berlubang kecil.  Sehingga uap kukusan meniupkan bunyi  sangat nyaring 'tut….tut…tut ” layaknya mesin kereta uap.

Di Tiongkok, kue tradisional ini bernama xian roe xiao long terbuat dari tepung beras berisi kacang hijau lembut. Dimasak di dalam cetakan bambu. Kue ini diketahui sudah ada sejak 1200 tahun lalu sejak Dinasti Ming. 

Nah mullai disebut sebagai kue putu setelah diambil dari teks sastra lama Serat Centhini. Yang ditulis tahun 1814 pada masa kerajaan Mataram dan  putu diartikan 'Pencari Uang Tenaga Uap.'

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....