Rasanya Jantung Mau Copot, Inilah Penjelasan Medisnya

  • 05 Okt 2026 05:16 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Melansir Primaya Hospital, jantung berdebar digambarkan seperti mau copot, tetapi kondisi tersebut tidak berarti jantung akan lepas. Jantung yang berdegup kencang pada waktu tertentu dapat menjadi tanda gangguan kesehatan, termasuk penyakit jantung yang perlu diperiksa.

Aritmia, merupakan kondisi ketika irama detak jantung menjadi terlalu cepat, lambat, atau tidak teratur akibat gangguan kelistrikan jantung. Fibrilasi atrium merupakan salah satu jenis aritmia dengan irama jantung tidak teratur, yang sering kali berdetak sangat cepat.

Jantung berdebar ketika seseorang antusias, khawatir, atau cemas sebenarnya dapat terjadi secara wajar dan biasanya bersifat sementara juga. Kondisi tersebut juga dapat dipicu kurang tidur, terlalu banyak mengonsumsi kopi, atau minuman lain yang mengandung kafein tertentu.

Namun, jantung berdebar terkadang menandakan masalah kesehatan lebih serius, terutama jika berkaitan dengan gangguan pada organ jantung. Sensasi jantung seperti mau copot, dapat dipicu lonjakan hormon adrenalin yang menyebabkan kepanikan dan membuat jantung berdetak cepat.

Meski sering tidak berbahaya, perubahan irama jantung yang ekstrem tetap perlu diperhatikan dan sebaiknya mendapatkan pemeriksaan medis segera. Jantung berdebar perlu diwaspadai, apabila muncul mendadak tanpa pemicu emosional yang jelas atau berlangsung berulang dalam waktu tertentu.

Pemeriksaan elektrokardiogram, dapat dilakukan untuk merekam aktivitas listrik jantung dan membantu memastikan adanya gangguan irama atau aritmia jantung. Evaluasi medis diperlukan, untuk membedakan jantung berdebar akibat kecemasan dengan kemungkinan gangguan kardiovaskular yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Kenali gejala penyerta yang dapat membahayakan, terutama jika jantung berdebar muncul bersama keluhan lain secara tiba-tiba dan berat. Segera cari bantuan medis, apabila jantung berdebar hebat disertai sesak napas, nyeri dada, pusing, atau pingsan mendadak.

Penanganan awal dapat dilakukan, dengan menerapkan teknik pernapasan dalam untuk membantu menenangkan tubuh dan mengurangi rasa panik sementara. Langkah tersebut dapat membantu memperlambat denyut jantung, tetapi keluhan menetap tetap memerlukan pemeriksaan tenaga kesehatan profesional lebih lanjut.

Pola hidup sehat dan pengelolaan stres, menjadi bagian penting dalam membantu mencegah jantung berdebar berulang pada sebagian orang.Membatasi konsumsi kafein, mencukupi waktu tidur, serta berolahraga teratur dapat membantu menjaga kesehatan jantung secara lebih menyeluruh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....