Kasus Influenza Naik, Kemenkes Minta Masyarakat Tidak Panik
- 30 Sep 2026 09:18 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan kenaikan kasus influenza di Indonesia dan Asia Tenggara belum masuk situasi mengkhawatirkan. Masyarakat diminta tidak panik dan tidak terpancing istilah "superflu" yang beredar.
Berdasarkan surveilans hingga minggu ke-38 tahun 2026, aktivitas influenza di puskesmas berada pada kategori sedang, sedangkan di rumah sakit masih rendah. Dari 265 spesimen surveilans sentinel, 148 di antaranya positif influenza atau sekitar 56 persen. Virus yang dominan adalah Influenza A (H1N1pdm09).
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut kenaikan pada Agustus–September masih sesuai pola musiman. Pemerintah, katanya, memilih memperkuat surveilans dan kesiapsiagaan.
"Memang ada kenaikan kasus influenza, khususnya di Indonesia dan Asia Tenggara. Tetapi berdasarkan data surveilans yang kita miliki, kondisinya masih dalam rentang medium," ujarnya.
Kemenkes juga memantau Influenza A (H3N2) subclade K yang ramai disebut "superflu". Istilah itu bukan nomenklatur resmi WHO maupun CDC. Temuannya pun menurun: dari 188 pemeriksaan sejak 2025, tercatat 166 temuan pada 2025 dan hanya 22 pada 2026.
Soal pengobatan, sebagian besar kasus influenza pulih dengan perawatan suportif tanpa rawat inap. Antivirus oseltamivir sebaiknya hanya untuk pasien berat atau pasien dengan komorbid, demi mencegah resistansi obat.
"Kalau resistansi terjadi, justru kita bisa kehilangan pilihan obat ketika menghadapi wabah yang lebih berat dan mengancam nyawa, seperti influenza H5Nx," kata Menkes.
Masyarakat diimbau menerapkan pola hidup bersih dan sehat, memakai masker saat sakit atau berada di keramaian, menjaga etika batuk dan bersin, serta segera memeriksakan diri jika gejala memburuk. Bayi dan anak kecil, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit penyerta perlu mendapat perhatian lebih karena berisiko komplikasi lebih tinggi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....