Keloid: Mengapa Bekas Luka Dapat Tumbuh Membesar?
- 21 Sep 2026 21:22 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Keloid merupakan jenis bekas luka menonjol, yang tumbuh berlebihan setelah kulit mengalami cedera atau peradangan. Berbeda dengan bekas luka biasa, keloid dapat berkembang melewati batas luka awal dan terus membesar secara perlahan.
Melansir American Academy of Dermatology (AAD), keloid dapat muncul setelah berbagai jenis cedera kulit. Termasuk luka, operasi, tindik, tato, luka bakar, jerawat, hingga gigitan serangga. Pada sebagian orang, keloid bahkan dapat muncul setelah cedera yang sangat kecil.
Keloid terjadi ketika proses penyembuhan luka menghasilkan jaringan kolagen secara berlebihan. Melansir DermNet, gangguan dalam proses penyembuhan tersebut menyebabkan jaringan parut terus terbentuk. Kondisi inilah yang menyebabkan keloid dapat berkembang melampaui area luka sebelumnya.
Secara umum, keloid terasa keras, menonjol, dan permukaannya relatif halus. Warnanya tampak merah, keunguan, atau lebih gelap dibandingkan kulit sekitarnya. Keloid juga dapat menimbulkan rasa gatal, nyeri, atau tidak nyaman, terutama ketika ukurannya semakin besar.
Bagian tubuh yang sering mengalami keloid antara lain telinga, bahu, dada bagian atas, leher, dan punggung. Risiko pembentukannya juga dipengaruhi faktor genetik. Sehingga seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat keloid, dapat mempunyai risiko lebih tinggi.
Keloid berbeda dengan bekas luka hipertrofik, meskipun keduanya sama-sama tampak menonjol. Bekas luka hipertrofik biasanya tetap berada di dalam batas luka dan dapat mengecil seiring waktu. Sedangkan keloid cenderung melewati batas luka dan dapat bertahan tanpa pengobatan.
Keloid umumnya tidak berbahaya, tetapi dapat mengganggu penampilan, menimbulkan gatal, nyeri, bahkan membatasi gerakan apabila tumbuh di persendian. Karena itu, keloid yang terus membesar atau menimbulkan keluhan, sebaiknya diperiksa dokter kulit.
Penanganan keloid dapat dilakukan dengan beberapa metode. Yakni suntikan kortikosteroid, lembaran atau gel silikon, terapi tekanan, krioterapi, laser, hingga tindakan operasi pada kondisi tertentu. Dokter kulit terkadang mengombinasikan beberapa metode, karena tidak ada satu pengobatan yang selalu efektif untuk semua keloid.
Pencegahan menjadi penting bagi orang yang mudah mengalami keloid, terutama ketika memiliki luka atau menjalani prosedur pada kulit. Merawat luka, menghindari cedera kulit, serta memberi tahu dokter mengenai riwayat keloid sebelum operasi dapat membantu mengurangi risikonya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....