Kebanyakan Tidur Bukan Capek, Bisa Jadi karena Lelah Batin

  • 29 Agt 2026 07:59 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Tidur lebih lama dari biasanya sering dianggap sebagai tanda tubuh kelelahan setelah menjalani aktivitas padat sepanjang hari. Namun, pada sebagian orang, keinginan terus tidur juga dapat berkaitan dengan kondisi emosional dan tekanan mental.

Menurut National Institute of Mental Health atau NIMH. Perubahan pola tidur termasuk terlalu banyak tidur dapat muncul sebagai salah satu gejala depresi. Kondisi tersebut biasanya dapat disertai perubahan suasana hati, kehilangan minat, sulit berkonsentrasi, serta rendahnya energi.

Perasaan yang sering disebut sebagai lelah batin dapat membuat seseorang merasa tidak memiliki energi untuk menghadapi aktivitas sehari-hari. Akibatnya, tempat tidur terkadang menjadi ruang untuk menghindari sementara tekanan, tuntutan, atau pikiran yang terasa berat.

Tidur memang membantu tubuh memulihkan energi, tetapi tidur lebih lama tidak selalu membuat seseorang merasa benar-benar segar. Sleep Foundation menyebutkan, tidur berlebihan secara konsisten dapat berkaitan dengan berbagai kondisi. Termasuk gangguan tidur, penyakit tertentu, kecemasan, atau depresi.

Salah satu tanda yang patut diperhatikan adalah ketika seseorang tetap merasa mengantuk atau lelah. Meskipun sudah mendapatkan waktu tidur cukup. Kondisi tersebut juga dapat disertai kesulitan bangun, sulit berkonsentrasi, rendahnya motivasi, atau keinginan menghindari aktivitas.

Namun, kebiasaan tidur lama tidak otomatis berarti seseorang mengalami gangguan kesehatan mental karena penyebabnya dapat sangat beragam. Kurang tidur sebelumnya, perubahan rutinitas, obat tertentu, gangguan tidur, hingga kondisi kesehatan fisik juga dapat memengaruhi rasa kantuk.

Karena itu, penting memperhatikan perubahan pola tidur yang berlangsung terus-menerus dan mulai mengganggu pekerjaan, hubungan sosial. Jika kondisi tersebut disertai kesedihan berkepanjangan, kehilangan minat, atau perasaan tidak berdaya. Berkonsultasi dengan tenaga kesehatan dapat menjadi langkah tepat.

Perlu dipahami, tidur lama bukan sekadar persoalan malas atau kurang disiplin karena tubuh dan pikiran memiliki kebutuhan berbeda. Terkadang, yang dibutuhkan bukan hanya waktu tidur tambahan, melainkan kesempatan untuk mengenali tekanan yang sedang dirasakan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....