Mengapa Vena Terkadang Sulit Ditemukan saat Mengambil Darah?

  • 27 Agt 2026 09:00 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Pengambilan darah, merupakan prosedur medis umum untuk pemeriksaan laboratorium maupun membantu dokter mengetahui kondisi kesehatan seseorang secara menyeluruh. Namun, pada sebagian orang, vena terkadang sulit ditemukan sehingga petugas membutuhkan waktu lebih lama sebelum mengambil sampel darah.

Melansir PubMed, kondisi tersebut tidak selalu menunjukkan gangguan kesehatan tertentu pada seseorang yang menjalani pemeriksaan darah. Kesulitan menemukan vena dapat dipengaruhi bebrapa faktor berikut ini.

1. Vena Berukuran Kecil

Vena berukuran kecil atau berada lebih dalam, dapat membuat pembuluh darah sulit terlihat dari permukaan kulit secara langsung. Penelitian kesehatan menunjukkan ukuran vena, kedalaman pembuluh, dan visibilitasnya dapat memengaruhi keberhasilan akses vena perifer pada pasien tertentu.

2. Tubuh Mengalami Kekurangan Cairan

Kekurangan cairan atau dehidrasi, juga dapat membuat vena lebih sulit ditemukan ketika seseorang menjalani proses pengambilan sampel darah. Karena itu, kondisi tubuh sebelum pemeriksaan dapat memengaruhi proses tersebut, meskipun kebutuhan puasa tetap mengikuti petunjuk tenaga kesehatan.

3. Suhu Tubuh atau Lingkungan Dingin

Suhu dingin dapat menyebabkan pembuluh darah sulit terlihat, sehingga proses pencarian vena membutuhkan perhatian lebih dari petugas kesehatan. WHO, menyebutkan bahwa menghangatkan lengan atau tangan dapat membantu membuat vena lebih mudah terlihat sebelum pengambilan darah tersebut.

4. Kondisi Kulit dan Jaringan Tubuh

Karakteristik kulit dan jaringan tubuh, dapat pula memengaruhi kemampuan petugas menemukan serta menstabilkan vena selama prosedur pengambilan darah. Pada sebagian orang, pembuluh darah mungkin kurang terlihat, lebih dalam, atau mudah bergerak ketika disentuh oleh petugas kesehatan.

5. Riwayat Penggunaan Infus atau Tindakan Medis

Riwayat pemasangan infus atau tindakan medis sebelumnya, juga dapat memengaruhi kondisi pembuluh darah dan menyulitkan akses vena berikutnya. Pasien sebaiknya memberi tahu kepada petugas yang menangani, apabila pernah mengalami kesulitan pengambilan darah atau pemasangan infus sebelumnya.

6. Usia dan Kondisi Tubuh

Usia dan kondisi tubuh tertentu, dapat turut memengaruhi keberhasilan petugas mendapatkan akses vena selama prosedur pengambilan darah berlangsung. Namun, vena yang sulit ditemukan tidak otomatis berarti seseorang mengalami penyakit atau masalah kesehatan tertentu.

Jika vena sulit ditemukan, tenaga kesehatan dapat memilih lokasi lain atau menggunakan teknik tertentu sesuai kondisi pasien. WHO mencantumkan penggunaan jarum bersayap atau butterfly needle, sebagai pilihan ketika vena berukuran kecil atau sulit diakses.

Pada kondisi tertentu, teknologi ultrasonografi dapat membantu petugas menemukan pembuluh darah yang sulit terlihat atau diraba secara langsung. Ultrasonografi dapat menjadi strategi untuk membantu meningkatkan keberhasilan akses vena pada pasien tertentu.

Dengan demikian, vena yang sulit ditemukan saat pengambilan darah tidak perlu langsung dianggap sebagai tanda adanya penyakit. Berbagai faktor dapat memengaruhinya, sementara tenaga kesehatan memiliki teknik dan metode untuk membantu mengambil sampel secara aman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....