Mengapa Joker Bisa Tertawa di Situasi yang Tidak Lucu?

  • 24 Agt 2026 05:47 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Tawa biasanya muncul ketika seseorang merasa senang, terhibur, atau menemukan sesuatu yang dianggap lucu dalam kehidupan sehari-hari. Namun, dalam film Joker (2019), Arthur Fleck justru sering tertawa ketika menghadapi situasi menegangkan, menyedihkan, bahkan tidak nyaman.

Kondisi seperti yang digambarkan pada Arthur, memiliki kemiripan dengan pseudobulbar affect (PBA). Yaitu kondisi neurologis yang dapat menyebabkan seseorang tertawa atau menangis secara tidak terkendali. Serta tidak sesuai dengan perasaan maupun situasi yang sedang dihadapi.

Pada PBA, ekspresi emosi yang terlihat dari luar bisa berbeda dengan perasaan seseorang di dalam dirinya. Seseorang dapat tertawa ketika sebenarnya sedang sedih, cemas, atau berada dalam situasi yang tidak menyenangkan. Sehingga respons tersebut sering kali sulit dikendalikan.

Dalam film, kondisi Arthur juga dikaitkan dengan cedera otak akibat kekerasan yang dialaminya ketika masih kecil. Sejumlah analisis medis terhadap karakter tersebut, menyebut bahwa cedera otak traumatis. Kondisi tersebut, menjadi salah satu penjelasan terhadap tawa yang tidak terkendali.

Menariknya, tawa Arthur bukan hanya menjadi ciri khas karakter Joker. Tetapi juga menggambarkan kesulitan dalam mengendalikan ekspresi emosinya. Ketika Arthur berada dalam situasi penuh tekanan atau ancaman.

Melansir dari Pseudobulbar Affect; BJPsych Bulletin; dan kajian medis mengenai karakter Joker. Penting untuk tidak menyimpulkan bahwa Joker mengalami PBA secara pasti.

Karena ia merupakan karakter fiksi dan film tidak memberikan diagnosis medis resmi. Selain itu, PBA sendiri merupakan kondisi neurologis yang dapat berkaitan dengan cedera atau penyakit otak tertentu.

Sehingga tidak tepat menyamakan setiap orang yang tertawa di situasi tidak tepat dengan kondisi tersebut. Dari karakter Joker, kita bisa melihat bahwa tertawa tidak selalu berarti seseorang sedang bahagia.

Respons emosional manusia jauh lebih kompleks. Sehingga perilaku yang terlihat dari luar, belum tentu menggambarkan apa yang sebenarnya dirasakan seseorang di dalam dirinya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....