Asbes Banyak Digunakan, Apa Bahayanya bagi Kesehatan?

  • 11 Agt 2026 00:34 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Meskipun puluhan negara telah melarang penggunaan asbes karena risiko kesehatan, bahan bangunan ini masih digunakan di Indonesia. Harganya terjangkau dan tahan panas, membuat masyarakat sering mengabaikan ancaman karsinogenik tersembunyi yang terdapat pada seratnya.

Melansir kemkes.go.id, material yang mengandung asbes dapat melepaskan serat ketika rusak, lapuk, dipotong, dibor, diamplas, atau dibongkar. Serat tersebut sangat kecil, tidak terlihat mata, dapat melayang di udara, lalu terhirup manusia dengan mudah tanpa disadari.

Karena itu, material yang mengandung asbes tidak boleh ditangani secara sembarangan oleh masyarakat tanpa perlindungan yang memadai. Paparan debu dan serat asbes dalam jangka panjang, dapat memicu penyakit paru kronis hingga kanker yang sulit disembuhkan.

Bahaya utama asbes bukan pada lembaran utuh, melainkan serat mikroskopis yang terlepas ketika material retak, rusak, atau lapuk. Serat juga dapat terlepas saat asbes dipotong, diampelas, dibor, dipecahkan, atau dibongkar tanpa prosedur keselamatan yang tepat aman.

Ketika terhirup, serat asbes yang sangat halus dapat masuk melalui saluran pernapasan, hingga mencapai bagian terdalam paru-paru manusia. Serat tersebut dapat tertanam dalam jaringan paru-paru dan memicu peradangan serta pembentukan jaringan parut permanen pada paru-paru.

Tubuh manusia tidak mampu mencerna serat mineral tersebut, sehingga serat dapat menetap dalam jaringan paru-paru untuk waktu lama. Kondisi itu berpotensi menyebabkan fibrosis paru, serta meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan serius akibat paparan asbes berkepanjangan.

Organisasi WHO mengimbau beralih ke material konstruksi aman, seperti seng, genteng tanah liat, aluminium, atau baja ringan. Langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko paparan serat berbahaya, terutama pada rumah yang masih menggunakan material asbes lama.

Bagi bangunan yang masih menggunakan asbes, masyarakat disarankan tidak memotong atau membongkarnya sendiri tanpa perlengkapan pelindung yang sesuai. Penggunaan alat pelindung diri dan respirator khusus, diperlukan untuk mencegah debu berbahaya menyebar ke udara di dalam rumah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....