Mengapa Siklus Menstruasi Wanita Bisa Berubah Setiap Bulan?

  • 27 Jul 2026 12:23 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Siklus menstruasi setiap wanita dapat berubah dari bulan ke bulan dan tidak selalu berlangsung dengan jumlah hari sama. Melansir Kementerian Kesehatan, siklus menstruasi normal umumnya berkisar antara 21 hingga 35 hari pada wanita dewasa.

Perubahan siklus menstruasi, dipengaruhi oleh keseimbangan hormon yang mengatur proses pelepasan sel telur serta peluruhan dinding rahim. Fluktuasi hormon tersebut, merupakan proses alami yang dapat berbeda pada setiap wanita sesuai kondisi tubuh masing-masing.

Jurnal Nature Reviews Disease Primers, menjelaskan perubahan siklus menstruasi dipengaruhi usia, stres, pola tidur, serta aktivitas fisik sehari-hari. Faktor-faktor tersebut memengaruhi kerja hormon reproduksi, sehingga waktu menstruasi dapat maju atau terlambat setiap bulannya.

Penelitian dalam jurnal The Lancet, juga menunjukkan perubahan berat badan secara drastis dapat memengaruhi keteraturan siklus menstruasi wanita. Berat badan yang terlalu rendah maupun berlebihan, berpotensi mengganggu proses ovulasi sehingga siklus menjadi tidak teratur.

Selain itu, kehamilan, menyusui, penggunaan kontrasepsi hormonal, serta masa menjelang menopause juga menyebabkan perubahan siklus menstruasi secara alami. Kondisi tersebut, umumnya bukan merupakan tanda penyakit apabila tidak disertai keluhan lain yang mengganggu kesehatan.

Kementerian Kesehatan menyarankan wanita mencatat tanggal menstruasi setiap bulan, untuk memantau perubahan siklus dan mendeteksi kelainan lebih dini. Pencatatan tersebut membantu tenaga kesehatan mengevaluasi kondisi reproduksi, apabila terjadi gangguan menstruasi yang berkepanjangan.

Para ahli menyarankan, segera berkonsultasi apabila menstruasi tidak datang selama lebih dari tiga bulan tanpa kehamilan atau disertai perdarahan berlebihan. Pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti, sehingga penanganan dapat diberikan sesuai kondisi yang mendasarinya.

Menjaga pola makan bergizi, tidur yang cukup, berolahraga secara teratur, serta mengelola stres membantu menjaga kesehatan reproduksi wanita. Dengan memahami perubahan siklus menstruasi, wanita dapat lebih mengenali kondisi tubuh sekaligus menjaga kesehatan reproduksi dalam jangka panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....