Senyawa Aktif Daun Kelor Terbukti Efektif Turunkan Kadar Gula Darah

  • 13 Mei 2026 22:16 WIB
  •  Jayapura
Poin Utama
  • Kelor berfungsi sebagai terapi komplementer (pendukung) strategis, bukan pengganti obat utama pasien diabetes
  • Landasan bagi industri farmasi untuk memproduksi suplemen diabetes berbasis herbal dengan dosis yang lebih terukur dan terstandardisasi secara global
  • Riset dalam Frontiers in Pharmacology menekankan penurunan kadar glukosa darah puasa sebagai indikator utama keberhasilan ekstrak kelor dalam kontrol metabolik

RRI.CO.ID, Jayapura – Penelitian terbaru dari jurnal ilmiah Frontiers in Pharmacology kembali memperkuat posisi daun kelor sebagai salah satu tanaman paling potensial menangkal diabetes tipe 2. Rutin mengonsumsi ekstrak daun kelor mampu menurunkan kadar glukosa darah puasa secara signifikan.

Laporan yang merujuk pada meta-analisis data klinis tahun 2024 menyatakan kandungan isotiosianat senyawa aktif yang ditemukan pada daun kelor bekerja dengan cara menghambat enzim kunci dalam metabolisme karbohidrat.

"Penurunan kadar glukosa darah yang konsisten pada pasien mengonsumsi dosis terstandarisasi, karena senyawa kelor mampu memperlambat penyerapan gula di usus halus" demikian kutipan hasil studi yang dilansir dari laman resmi National Institutes of Health (NIH).

Dr. Jed W. Fahey salah satu pakar terkemukan dari Johns Hopkins University meneliti kelor selama puluhan tahun mengungkapkan, meskipun daun kelor segar kaya akan serat, para ahli dalam studi ini cenderung menggunakan bentuk ekstrak karena konsentrasi senyawa isotiosianat yang lebih stabil dan terukur dibandingkan daun yang melalui proses perebusan rumah tangga.

"Daun kelor memiliki konsentrasi senyawa isotiosianat yang lebih stabil dan terukur, sehingga bisa memperlambat penyerapan gula," ungkapnya.

Selain sumber internasional, Kementerian Kesehatan RI melalui Direktorat Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan juga mengategorikan daun kelor sebagai salah satu tanaman obat unggulan nasional dan disarankan sebagai asupan pendukung untuk memperkuat imunitas dan membantu kontrol metabolik.

Para ahli menekankan bahwa efektivitas ini sangat bergantung pada cara pengolahan. Pengeringan daun dengan metode air-dried (diangin-anginkan tanpa sinar matahari langsung) terbukti menjaga kadar polifenol dan flavonoid lebih baik dibandingkan pemanasan suhu tinggi yang dapat merusak struktur kimia senyawa aktifnya.

Dengan adanya data terbaru ini, daun kelor diprediksi akan semakin luas digunakan dalam industri farmasi berbasis herbal sebagai terapi komplementer bagi penderita diabetes di seluruh dunia.

Pada akhirnya, daun kelor bukan sekadar tanaman biasa, melainkan aset farmakologi yang berharga. Dengan pemahaman yang benar mengenai cara pengolahannya, kita tidak hanya mendapatkan nutrisi, tetapi juga proteksi alami bagi tubuh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....