Perbedaan Olahraga Pembakar Gula dan Lemak pada Tubuh
- 09 Mei 2026 23:42 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Tubuh manusia menggunakan gula dan lemak sebagai sumber energi utama ketika melakukan berbagai aktivitas olahraga setiap hari rutin. Pemakaian kedua sumber energi tersebut, biasanya dipengaruhi intensitas latihan, durasi olahraga, serta kondisi tubuh seseorang saat beraktivitas fisik.
Olahraga pembakar gula, umumnya dilakukan dengan intensitas tinggi karena tubuh membutuhkan energi cepat selama bergerak aktif setiap waktu. Beberapa contohnya, ialah sprint, latihan HIIT, permainan futsal, serta latihan beban berat dengan repetisi cukup tinggi setiap sesi.
Latihan intensitas tinggi, biasanya membuat detak jantung meningkat lebih cepat dan tubuh berkeringat lebih banyak selama olahraga berlangsung. Selain meningkatkan kebugaran tubuh, latihan pembakar gula juga membantu melatih kecepatan, kekuatan, serta kemampuan otot maksimal saat bertanding.
Sementara itu, olahraga pembakar lemak biasanya dilakukan menggunakan intensitas ringan hingga sedang dengan durasi latihan lebih lama rutin. Dalam kondisi tersebut, tubuh cenderung memakai cadangan lemak sebagai energi utama selama aktivitas olahraga berlangsung secara lebih efisien.
| Baca juga: Bijak Memilih Menu Sehat |
Contoh olahraga pembakar lemak antara lain berjalan kaki, jogging santai, bersepeda ringan, serta senam aerobik sederhana setiap minggu. Jenis latihan tersebut cenderung terasa lebih stabil, sehingga dapat dilakukan lebih lama tanpa kelelahan berlebihan tubuh saat berolahraga.
Melansir dari Healtline, kombinasi olahraga pembakar gula dan lemak dinilai membantu menjaga kebugaran. Sekaligus mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh setiap hari.
Karena itu, masyarakat disarankan menyesuaikan jenis latihan dengan kebutuhan tubuh. Agar manfaat olahraga diperoleh maksimal secara aman berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....