Pisang Karbitan: Amankah Dikonsumsi Tubuh?

  • 21 Apr 2026 21:28 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – Melansir Kemenkes RI & Food and Drug Administration (FDA), pisang yang matang melalui proses pengarbitan seringkali memicu kekhawatiran. Apakan aman untuk dikonsumsi dalam jangka panjang bagi tubuh?

Proses pematangan pisang secara karbit, dilakukan dengan menggunakan batu karbit (kalsium karbida) yang dibungkus dengan kertas atau kain. Selanjutnya diletakkan di tumpukan pisang yang mentah. Tumpukan pisang ditutup rapat dengan plastik atau terpal, agar gas asetilen yang dihasilkan menyebar dan mempercepat pematangan pisang.

Penggunaan kalsium karbida secara sembarangan, berpotensi meninggalkan residu arsenik serta fosfor yang sangat berbahaya bagi metabolisme organ dalam. Buah yang matang alami, memiliki kandungan nutrisi serta gula jauh lebih tinggi.

Tekstur kulit pisang karbitan, cenderung terlihat kuning cerah merata namun bagian daging buahnya terkadang masih terasa cukup keras. Proses pematangan paksa menggunakan zat kimia ini, sebenarnya dilarang di berbagai negara karena risiko terkontaminasi racun yang fatal.

Paparan gas asetilen dari karbida, dapat menyebabkan gangguan pernapasan serta iritasi pada kulit jika bersentuhan langsung secara terus-menerus. Para ahli menyarankan konsumen, untuk lebih teliti dalam memilih buah dengan memperhatikan ciri fisik batang yang sudah mengering.

Pisang yang matang secara natural, biasanya memiliki bintik hitam alami serta aroma harum yang sangat kuat dan menggoda. Mencuci buah dengan air mengalir, merupakan langkah preventif yang sangat penting untuk meminimalisir sisa bahan kimia pada kulit.

Ibu hamil disarankan menghindari atau mengurangi mengonsumsi pisang karbitan. Hal ini karena dapat menimbulkan risiko gangguan sistem pencernaan, keracunan, dan pengaruhi perkembangan janin.

Pastikan Anda selalu membeli produk pangan terutama buah, dari sumber terpercaya. Langkah ini penting untuk menjamin kualitas serta keamanan nutrisi bagi seluruh keluarga.

Kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dengan cara mengedukasi pedagang mengenai teknik pematangan buah yang jauh lebih aman. Mari, kita mulai menerapkan pola hidup sehat dengan mengonsumsi pangan organik yang bebas dari segala jenis bahan kimia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....