Self-Love atau Egois? Batas yang Sering Disalahartikan

  • 04 Apr 2026 13:55 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Dalam kehidupan modern, istilah self-love semakin sering digunakan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan mental. Namun, tidak sedikit yang masih menyalahartikan konsep ini sebagai bentuk keegoisan yang berlebihan.

Secara ilmiah, self-love berkaitan erat dengan konsep self-compassion dalam bidang psikologi. Peneliti Kristin Neff, menjelaskan bahwa mencintai diri berarti memperlakukan diri dengan kebaikan, terutama saat menghadapi kegagalan.

Dalam jurnal Self and Identity, self-compassion terbukti membantu individu mengurangi stres, kecemasan, dan depresi. Hal ini menunjukkan bahwa self-love bukanlah sikap egois, melainkan kebutuhan dasar untuk menjaga keseimbangan emosional.

Sebaliknya, egoisme lebih mengarah pada perilaku yang hanya mementingkan diri sendiri tanpa mempertimbangkan orang lain. Dalam kajian American Psychological Association, egoisme sering dikaitkan dengan rendahnya empati dan hubungan sosial yang kurang sehat.

Perbedaan utama antara self-love dan egois, terletak pada niat serta dampaknya terhadap lingkungan sekitar. Self-love membangun batasan sehat, sedangkan egoisme cenderung mengabaikan kebutuhan dan perasaan orang lain.

Penelitian dalam jurnal Personality and Social Psychology Review, menunjukkan individu dengan self-love, memiliki hubungan sosial yang lebih positif. Mereka mampu memahami diri sendiri, sekaligus tetap peduli terhadap orang lain.

Namun, batas antara keduanya sering kali menjadi kabur dalam praktik sehari-hari. Misalnya, ketika seseorang menolak permintaan orang lain demi menjaga kesehatan mental, tindakan tersebut dianggap egois oleh sebagian orang.

Padahal, menetapkan batasan adalah bagian penting dari self-love yang sehat. Menurut berbagai studi internasional, kemampuan mengatakan 'tidak' justru berkaitan dengan tingkat kesejahteraan psikologis yang lebih baik.

Self-love bukan tentang menempatkan diri di atas orang lain, melainkan tentang menghargai diri tanpa merugikan siapapun. Memahami perbedaan ini membantu seseorang menjalani hidup dengan lebih seimbang, sehat, dan penuh kesadaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....