Waspada, Gejala Malaria Tidak Selalu Klasik
- 20 Feb 2026 18:38 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Malaria masih menjadi masalah kesehatan utama di Papua dan Indonesia, meskipun berbagai upaya pengendalian terus dilakukan. Gejala malaria tidak selalu muncul klasik, sehingga keterlambatan diagnosis dan penanganan masih sering terjadi di masyarakat luas.
Melansir World Health Organization, pola demam malaria bergantung jenis parasit yang menginfeksi tubuh manusia. Demam akut paroksismal, biasanya diawali menggigil diikuti demam tinggi kemudian berkeringat banyak terutama pada penderita nonimun.
Selain gejala klasik, malaria juga dapat menimbulkan nyeri kepala, mual, muntah, diare, pegal-pegal dan nyeri otot. Gejala tambahan ini sering membuat malaria sulit dikenali, terutama pada wilayah endemik dengan tingkat kekebalan masyarakat tinggi.
Infeksi Plasmodium vivax, umumnya menimbulkan gejala lebih ringan dibandingkan Plasmodium falciparum yang berisiko komplikasi berat. Perbedaan respons tubuh dipengaruhi usia pasien, kekebalan individu, serta paparan malaria sebelumnya.
Diagnosis malaria akurat, memerlukan pemeriksaan laboratorium seperti mikroskopi darah atau rapid diagnostic test oleh tenaga medis. Dengan diagnosis dan pengobatan tepat, komplikasi serius malaria dapat dicegah secara efektif.
Masyarakat perlu waspada, bila mengalami gejala tidak khas disertai riwayat perjalanan ke daerah endemik malaria. Langkah pencegahan penting meliputi penggunaan kelambu, menghindari gigitan nyamuk, serta membersihkan lingkungan dari genangan air.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....