Perbedaan Infark Miokard, Henti Jantung, dan Gagal Jantung

  • 20 Feb 2026 16:20 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Serangan jantung secara medis disebut infark miokard, sering disamakan dengan henti jantung atau gagal jantung oleh masyarakat umum. Padahal ketiganya memiliki perbedaan signifikan terkait penyebab, gejala, mekanisme, dan dampak klinis bagi pasien.

Melansir apollohospitals.com, infark miokard, terjadi ketika arteri koroner tersumbat sehingga aliran darah ke otot jantung berkurang drastis. Kondisi ini menyebabkan kekurangan oksigen, hingga sebagian otot jantung mati jika tidak segera ditangani secara medis tepat waktu.

Penyumbatan arteri koroner, biasanya disebabkan plak aterosklerosis yang mengeras dan menghambat aliran darah secara perlahan dan bertahun-tahun. Akibatnya terjadi nekrosis jaringan miokardium, yang dapat berlangsung beberapa jam tanpa penanganan cepat dan berisiko fatal.

Henti jantung berbeda, karena detak jantung berhenti total akibat aritmia trauma atau komplikasi akut yang mengancam nyawa langsung. Sementara gagal jantung, berkembang bertahap saat jantung tidak mampu memompa darah ke seluruh tubuh secara optimal terus-menerus.

Infark miokard bersifat akut, sedangkan gagal jantung progresif dengan gejala muncul perlahan berulang dalam jangka waktu panjang. Gejala serangan jantung meliputi nyeri dada menjalar, sesak napas, mual, keringat dingin, dan pusing tiba-tiba.

Edukasi publik penting, agar masyarakat memahami perbedaan kondisi ini dan segera mencari pertolongan medis profesional cepat. Pencegahan dilakukan dengan pola hidup sehat, olahraga rutin, menjaga diet, dan menghindari rokok, alkohol, dan stres berlebih.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....