Tanda Terlalu Banyak Menguap: Otak Mengatur Suhu Tubuh?

  • 11 Feb 2026 03:08 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Menguap sering dianggap hanya tanda mengantuk, kekurangan oksigen atau bosan. Tetapi penelitian terbaru melansir dari sciencedaily.org, menunjukkan bahwa menguap bisa membantu mengatur suhu otak melalui mekanisme pendinginan alami. 

Hipotesis ini dikenal sebagai brain-cooling atau regulasi suhu melalui menguap, dan semakin banyak studi yang mendukungnya. Para ilmuwan menemukan, bahwa mengalami terlalu banyak menguap dapat berkaitan dengan kenaikan suhu otak.

Kemudian tubuh mencoba mendinginkannya, dengan menarik udara yang lebih sejuk saat menguap. Area wajah dan hidung membawa darah yang dingin ke otak, sementara aliran darah hangat dari otak disalurkan keluar.  

Studi yang mengamati frekuensi menguap pada manusia, menemukan bahwa menggigil atau cuaca dingin dapat meningkatkan kecenderungan menguap. Sedangkan di lingkungan dengan suhu setara atau lebih tinggi dari suhu tubuh, frekuensi menguap menurun.

Hal ini mendukung gagasan, bahwa menguap dipengaruhi oleh kebutuhan termoregulasi. Selain itu, eksperimen pada hewan seperti tikus menunjukkan kemampuan menguap untuk mengurangi panas di otak dalam jangka pendek.  

Karena otak menghasilkan banyak panas selama aktivitas mental, menguap berulang merupakan respons tubuh mempertahankan suhu otak tetap optimal.  Dalam beberapa kondisi medis yang memengaruhi termoregulasi, seperti sclerosis multipel atau gangguan lain, menguap berlebihan sering muncul.  

Walaupun tidak semua ilmuwan sepakat tentang fungsi menguap, banyak bukti mendukung menguap membantu otak menjaga suhu yang tepat. Penelitian lebih lanjut terus dilakukan, untuk memahami sepenuhnya hubungan antara menguap dan mekanisme termoregulasi otak. 

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....