Alasan Laki-Laki Cenderung Enggan Bercerita

  • 28 Okt 2025 21:54 WIB
  •  Jayapura

KBRN, Jayapura: Apa alasan laki-laki cenderung sulit atau enggan berbagi tentang perasaan maupun beban emosional yang sedang dirasakan? Salah satu penyebabnya, adalah norma sosial dan harapan budaya yang melekat kuat terhadap konsep maskulinitas tradisional.

Melansir lumohealth.care, sejak kecil laki-laki sering diajarkan bahwa menunjukkan emosi merupakan tanda kelemahan pribadi. Mereka didorong untuk selalu keras, mandiri, dan tangguh, sehingga cenderung menyembunyikan kesedihan, ketakutan, atau kecemasan.

Kurangnya literasi emosional juga menjadi faktor penting, yakni kemampuan mengenali serta menamai perasaan yang sedang dialami. Tanpa kosa kata emosional yang memadai, seseorang sulit mengekspresikan isi hati, membuat emosi tertahan dan tak terungkap.

Pengalaman masa kecil, turut berpengaruh terhadap pola emosional laki-laki dalam mengekspresikan perasaan dan kerentanannya. Jika figur ayah jarang menunjukkan emosi, anak dapat belajar bahwa perasaan bukan sesuatu yang aman untuk dibicarakan.

Trauma masa kecil juga bisa menumbuhkan ketakutan bercerita, karena pengalaman buruk saat membuka diri di masa lalu. Sebagai mekanisme perlindungan, mereka cenderung menahan cerita dan mengekspresikan emosi dengan cara nonverbal atau tindakan.

Beberapa penelitian menyebut, laki-laki lebih memilih tindakan nyata ketimbang kata-kata untuk melampiaskan tekanan emosional. Aktivitas fisik, pekerjaan, atau hobi, sering menjadi sarana pelarian sekaligus coping mechanism menghadapi beban psikologis.

Kebiasaan menahan perasaan dapat berdampak pada kesepian emosional, kesulitan relasi, dan meningkatnya risiko gangguan mental. Karena itu, penting menciptakan ruang aman agar laki-laki merasa didukung untuk bercerita tanpa takut dihakimi norma sosial.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....