Memahami Istilah ‘Avoidant’ dalam Hubungan
- 28 Okt 2025 21:40 WIB
- Jayapura
KBRN, Jayapura: Dalam psikologi hubungan, istilah avoidant attachment style menggambarkan kecenderungan seseorang menghindari kedekatan emosional dengan orang lain. Gaya ini terbentuk sejak masa kanak-kanak, akibat pola asuh yang kurang responsif terhadap kebutuhan emosional dan kasih sayang anak.
Melansir fimela.com, individu dengan gaya keterikatan avoidant tampak mandiri dan enggan bergantung pada orang lain. Mereka cenderung menjauh ketika hubungan menjadi semakin dekat, serta merasa tidak nyaman mengekspresikan atau membicarakan perasaan pribadi.
Penyebab gaya avoidant, sering dikaitkan dengan pengalaman masa kecil bersama pengasuh yang kurang hadir secara emosional. Kurangnya dukungan, batasan emosional yang ketat, dan pengabaian perasaan anak turut membentuk pola keterikatan yang tertutup.
Gaya keterikatan avoidant memengaruhi cara seseorang menjalin hubungan romantis maupun sosial dalam kehidupan sehari-hari. Akibatnya dapat muncul kesulitan membangun kepercayaan, komunikasi emosional terbatas, dan pasangan merasa diabaikan secara emosional.
Untuk mengatasinya, seseorang perlu menyadari pola keterikatan ini dan berlatih membuka diri secara emosional perlahan. Dalam beberapa kasus, konseling atau terapi dapat membantu memahami akar pengalaman masa lalu dan membantu membangun kedekatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....