Hyperacusis: ketika Suara Bising Picu Migrain Berat
- 29 Sep 2025 14:16 WIB
- Jayapura
KBRN, Jayapura: Hyperacusis adalah kondisi saat seseorang sangat peka terhadap suara biasa, yang terdengar sangat menyakitkan. Melansir buku 'Sound and Sensory Sensitivities' karya Vernon Lee, ini bisa memicu stres hingga migrain berat.
Gangguan ini membuat suara normal seperti klakson, blender, atau musik terasa mengganggu dan menyakitkan telinga. Sensasi nyeri muncul, karena sistem pendengaran tak mampu menoleransi intensitas suara yang sebenarnya tidak ekstrem.
Beberapa penderita menggambarkan suara ringan seperti dengungan AC, bisa menyebabkan rasa panas dan kepala berdenyut. Dalam studi Auditory Disorders and Hyperacusis, gejalanya berkisar dari pusing, cemas, hingga ledakan emosi mendadak.
Berbeda dengan misophonia yang sensitif pada suara tertentu, hyperacusis berkaitan dengan volume dan tekanan suara. Suara-suara keras bisa memicu serangan migrain, yang membuat seseorang menarik diri dari lingkungan sosial yang ramai.
Hyperacusis sering dikaitkan dengan trauma suara, cedera kepala, atau gangguan saraf pendengaran akibat paparan suara berlebihan. Peneliti dari Oxford Handbook of Auditory Science menjelaskan, bahwa otak tidak mampu mengatur intensitas suara masuk.
Terapi suara pelan dan pemakaian pelindung telinga, disarankan agar penderita bisa perlahan terbiasa dengan lingkungan. Terapi ini disebut sound desensitization, dilatih secara bertahap agar tubuh membangun toleransi terhadap kebisingan.
Penderita hyperacusis dianjurkan tidak memaksa diri berada di tempat bising, karena bisa memperparah kondisi psikologis. Kondisi ini bisa memicu kecemasan sosial, ketegangan otot kepala, bahkan depresi karena keterbatasan aktivitas harian.
Gangguan ini masih sering disalahpahami sebagai keluhan biasa, padahal dampaknya bisa sangat mengganggu kehidupan. Penanganan perlu dukungan medis, psikologis, dan pemahaman lingkungan agar penderita merasa aman dan dihargai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....