Pentingnya Vitamin D bagi Anak
- 23 Agt 2025 19:30 WIB
- Jayapura
KBRN, Jayapura: Vitamin D, menjadi salah satu suplemen penting bagi tumbuh kembang anak. Khususnya berperan dalam metabolisme tulang, pengaturan sistem imun, dan anti peradangan.
Melansir idai.or.id, vitamin D dapat diperoleh secara alami dari sinar matahari dan sumber makanan. Jika mendapat paparan sinar matahari yang cukup, manusia juga perlu vitamin D dari makanan.
Menurut survei di Indonesia, 43% anak perkotaan dan 44% anak pedesaan mengalami defisiensi vitamin D. Berikut faktor risiko yang berperan dalam terjadinya defisiensi vitamin D
1. Kurangnya Paparan Sinar Matahari
Waktu yang dianjurkan untuk mendapatkan paparan sinar matahari langsung, antara pukul 10.00 sampai 15.00. Sinar ultraviolet A berfungsi mengubah provitamin D di kulit, dan orang berkulit gelap membutuhkan paparan lebih tinggi.
2. Asupan Makanan yang Sedikit Mengandung vitamin D
Telur yang kerap dikonsumsi, ternyata hanya mengandung sedikit vitamin D. Namun, makanan-makanan yang tinggi vitamin D seperti ikan tuna, sarden, mackerel, dan keju jarang dikonsumsi oleh anak Indonesia.
3. Pemberian ASI Berkepanjangan tanpa Suplementasi Vitamin D
ASI ternyata mengandung vitamin D dalam kadar yang rendah. Sehingga pemberian ASI saja, belum dapat mencukupi kebutuhan vitamin D harian pada anak.
Kekurangan vitamin D yang berat terutama pada anak, dapat menyebabkan penyakit riketsia nutrisional. Riketsia umumnya terjadi pada anak usia enam bulan sampai 2,5 tahun.
Gejala yang terjadi seperti kelemahan otot, keterlambatan perkembangan gerak motorik, dan pembesaran area pergelangan tangan dan lutut. Gejala lain yaitu tungkai berbentuk O, gangguan bentuk kepala, keterlambatan pertumbuhan gigi, serta penurunan kepadatan tulang, dan infeksi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....