Mengenal Petrichor, Aroma Khas yang Hadir saat Hujan

  • 16 Jun 2026 16:18 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – Pernahkah kita mencium aroma tanah setelah hujan turun? Fenomena ini dikenal sebagai petrichor yang menghadirkan aroma khas ketika hujan membasahi tanah kering.

Petrichor bukan sekadar aroma tanah biasa, melainkan fenomena alam yang berkaitan erat dengan memori dan emosi manusia. Kehadirannya, sering memunculkan perasaan nyaman karena melibatkan respons psikologis yang dipengaruhi pengalaman serta lingkungan sekitar.

Melansir Universitas Negeri Surabaya, aroma petrichor muncul akibat reaksi air hujan dengan minyak alami tumbuhan. Fenomena tersebut juga melibatkan mikroorganisme tanah, terutama bakteri Actinobacteria, yang menghasilkan senyawa beraroma khas menyegarkan alami.

Ketika hujan turun, minyak alami dan senyawa geosmin akan terlepas ke udara melalui percikan air hujan. Senyawa geosmin inilah, yang menghasilkan aroma segar khas dan sering dikaitkan dengan ketenangan serta kenyamanan emosional.

Secara psikologis, aroma petrichor mampu memberikan efek menenangkan yang dirasakan banyak orang setelah hujan turun. Hal tersebut, berkaitan dengan pengalaman positif seperti suasana rumah hangat maupun kenangan masa kecil yang menyenangkan.

Memori tersebut diaktifkan kembali melalui indra penciuman, sehingga menghadirkan suasana hangat dan perasaan lebih nyaman. Hubungan antara aroma dan kenangan, menjadikan petrichor memiliki dampak emosional yang kuat bagi banyak orang.

Selain itu, hujan identik dengan suhu yang lebih sejuk dan suasana yang cenderung lebih tenang. Kondisi tersebut membantu tubuh menjadi lebih rileks, sehingga menciptakan rasa nyaman bagi banyak orang sehari-hari.

Karena itu, aroma tanah setelah hujan tidak hanya menyenangkan secara sensorik, tetapi juga membantu mengurangi stres. Efek tersebut muncul melalui perpaduan rangsangan indra, kondisi lingkungan, serta respons alami tubuh manusia.

Aroma tanah setelah hujan, terasa menenangkan karena merupakan hasil gabungan berbagai proses yang saling berkaitan. Faktor kimia alam, respons biologis tubuh, serta memori emosional berperan membentuk pengalaman tersebut secara menyeluruh.

Petrichor bukan hanya sekadar bau tanah biasa yang muncul setelah hujan membasahi permukaan bumi kering. Fenomena ini menghadirkan pengalaman pancaindra yang menghubungkan manusia dengan kenangan, ketenangan, serta kedekatan alam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....