Ancaman Ketulian Permanen di Balik Kebiasaan Menyetel Volume Headphone di Atas 60%
- 11 Jun 2026 05:47 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura : Penggunaan headphone telah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup modern saat ini. Namun para ahli kesehatan mengingatkan adanya ancaman serius pendengaran permanen akibat kebiasaan keliru masyarakat dalam penggunaannya.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi lebih dari satu miliar remaja dan usia muda di seluruh dunia berisiko kehilangan pendengaran. Pemicu utamanya paparan suara bising intens dari headphone berkualitas rendah.
Technical Lead untuk Program Pencegahan Ketulian WHO, Dr. Shelly Chadha, MD, mengatakan, masalah ini telah bergeser menjadi "pandemi tersembunyi" di kalangan generasi muda.
Lebih dari satu miliar anak muda berisiko kehilangan pendengaran mereka hanya karena kebiasaan mendengarkan yang tidak aman melalui perangkat audio pribadi.
"Volume tinggi yang didengar terpaksa digunakan pengguna karena perangkat mereka tidak mampu menghalau kebisingan lingkungan sekitar," ujar Dr. Shelly Chadha, Rabu (10/06/2026).
Dijelaskan, secara medis, suara keras dari headphone yang langsung mengarah ke liang telinga dapat merusak komponen vital di telinga bagian dalam, tepatnya pada rumah siput atau koklea.
Di dalam koklea terdapat belasan ribu sel rambut halus (stereocilia) yang bertugas menangkap getaran suara dan mengubahnya menjadi sinyal listrik untuk dikirim ke otak.
Sementara itu, Ketua Komite Nasional Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian, Prof. Dr. dr. Jenny Bashiruddin, Sp.T.H.T.B.K.L., mengingatkan sel-sel rambut halus tersebut tidak memiliki kemampuan beregenerasi atau tumbuh kembali apabila sudah rusak.
"Kerusakan pada sel-sel rambut di dalam rumah siput akibat paparan bising bersifat permanen atau tidak bisa disembuhkan. Oleh karena itu, pencegahan adalah harga mati.
Menggunakan perangkat audio yang mampu mengisolasi suara dengan baik sehingga kita tidak perlu menyetel volume keras adalah langkah proteksi yang sangat penting," tegas Prof. Jenny.
Sebagai langkah preventif, para audiolog dan praktisi kesehatan menyarankan masyarakat untuk menerapkan rumus "60/60" dalam menggunakan headphone sehari-hari.
Rumus ini mengatur agar pengguna hanya menyetel volume maksimal sebesar 60 persen dari kapasitas volume perangkat, dan membatasi waktu mendengarkan paling lama 60 menit. Setelah satu jam, pengguna wajib mengistirahatkan telinga minimal selama 10 menit.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....