Hoaxs Jadi Ancaman Global 2026, Generasi Muda Didorong Perkuat Literasi
- 28 Mei 2026 02:26 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Hoaks dan penyebaran informasi palsu kini masuk daftar ancaman terbesar dunia versi Forum Ekonomi Dunia (WEF) 2026, bahkan dianggap lebih berbahaya dari sejumlah konflik antarnegara. Pemerintah Indonesia mengaku belum siap menghadapi ancaman itu.
Hal itu disampaikan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria dalam acara Hari Bangkit Pelajar Islam Indonesia (PII) ke-79 di Puspa Komdigi, Sabtu 24 Mei 2026. Ia menggambarkan era kini sebagai fase baru yang didominasi perang chip kecerdasan buatan (AI), komputasi, semikonduktor dan penguasaan data.
"Hari ini perang yang paling penting adalah perang chip AI dan penguasaan teknologi kalau Indonesia hanya jadi pengguna teknologi, bonus demografis kita akan hilang tanpa dampak besar." ujar Nezar Patria.
Indonesia memiliki dua keunggulan strategis populasi muda yang besar dan cadangan mineral yang dibutuhkan industri teknologi global. Namun Nezar mengingatkan kedua modal itu tidak otomatis menjadi keuntungan tanpa kualitas SDM yang memadai di bidang sains dan teknologi.
Ia juga menyoroti ancaman dari sisi konsumsi informasi, algoritma media sosial dinilainya telah membentuk cara berpikir masyarakat secara perlahan, menciptakan gelembung informasi yang memperparah polarisasi dan memperkuat penyebaran hoaks.
Untuk itu Nezar mendorong generasi muda memperkuat literasi digital dan kemampuan Sains, Technology, Engineering dan Mathematics (STEM) sekaligus mengajak organisasi kepemudaan berperan aktif membangun kemandirian nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....