Kebiasaan Pengendara yang Diam-Diam Merusak Mesin Kendaraannya
- 19 Mei 2026 12:17 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Banyak pengendara tanpa sadar memiliki kebiasaan buruk, yang dapat mempercepat kerusakan mesin kendaraan dalam penggunaan sehari-hari. Padahal, kondisi mesin sangat dipengaruhi cara berkendara serta kebiasaan perawatan kendaraan yang dilakukan secara rutin oleh pemiliknya.
Melansir jurnal Traffic&Transportation, gaya berkendara agresif dapat memengaruhi performa kendaraan serta mempercepat penurunan kondisi mesin kendaraan. Penelitian tersebut menjelaskan, kebiasaan berkendara buruk juga berdampak terhadap efisiensi bahan bakar serta keselamatan selama perjalanan.
Salah satu kebiasaan yang sering dilakukan pengendara, adalah jarang mengganti oli mesin sesuai jadwal yang dianjurkan pabrikan kendaraan. Akibatnya, gesekan antar komponen mesin menjadi lebih tinggi sehingga mempercepat kerusakan bagian dalam mesin kendaraan tersebut nantinya.
Kebiasaan menginjak pedal gas secara mendadak, juga dapat membuat mesin bekerja lebih berat dibandingkan penggunaan normal setiap harinya. Selain mempercepat konsumsi bahan bakar, kondisi tersebut menyebabkan suhu mesin meningkat lebih cepat saat kendaraan digunakan berkendara jauh.
Melansir jurnal teknik otomotif, kebiasaan berkendara agresif meningkatkan konsumsi bahan bakar serta memperburuk kondisi performa kendaraan. Penelitian itu menemukan akselerasi berlebihan, dapat memengaruhi emisi mesin dan mempercepat penurunan kualitas komponen kendaraan secara bertahap.
Sebagian pengendara, juga sering membiarkan tangki bahan bakar hampir kosong sebelum kembali mengisi kendaraan mereka setiap harinya. Padahal kondisi tersebut, dapat membuat kotoran dalam tangki lebih mudah masuk menuju sistem pembakaran mesin kendaraan bermotor.
Kebiasaan membawa muatan berlebihan, ternyata turut memengaruhi daya tahan mesin kendaraan terutama pada perjalanan jarak jauh. Mesin kendaraan akan bekerja lebih keras, sehingga mempercepat keausan komponen serta meningkatkan risiko kerusakan pada sistem transmisi kendaraan.
Seorang supir kendaraan online di Jayapura, Saiful, mengaku tak sengaja pernah melewatkan memeriksa kondisi oli kendaraan miliknya. "Baru sadar setelah kendaraan terasa kurang bertenaga, ketika digunakan bekerja cari penumpang," ujarnya.
Melansir penelitian ScienceDirect, kurangnya perawatan rutin menyebabkan performa mesin menurun dan emisi kendaraan semakin meningkat. Penelitian tersebut menjelaskan, kendaraan yang dirawat berkala memiliki kondisi mesin lebih stabil dibandingkan kendaraan tanpa perawatan rutin.
Kesadaran menjaga performa kendaraan sangat penting, untuk membantu memperpanjang usia mesin kendaraan agar tetap nyaman digunakan setiap hari. Dengan perawatan rutin dan cara berkendara yang baik, dapat membantu mengurangi risiko kerusakan dan biaya perbaikan kendaraan nantinya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....