Pemerintah Ajak Lulusan Perguruan Tinggi Jadi Pelindung Ruang Digital Indonesia

  • 26 Apr 2026 17:34 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Di tengah meningkatnya ancaman misinformasi dan konten negatif, pemerintah mendorong generasi muda untuk tidak sekadar menjadi pengguna, tetapi juga pelindung ruang digital Indonesia.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan pentingnya peran lulusan perguruan tinggi sebagai agen literasi digital saat memberikan pidato inspiratif pada wisuda di Telkom University, Jawa Barat.

"Di era post-truth, tantangan kita bukan lagi pada akses informasi, tetapi pada kualitasnya," ujar Meutya dalam pidato inspiratifnya di acara wisuda Telkom University, Bandung, Sabtu (25/4/2026).

Ia menilai, derasnya arus informasi di era digital menghadirkan tantangan baru, yakni banjir informasi yang tidak semuanya berkualitas. Karena itu, lulusan diharapkan mampu menjadi penyaring sekaligus penyampai informasi yang benar di tengah masyarakat.

Pemerintah sendiri sudah bergerak dari sisi regulasi. Salah satunya lewat PP TUNAS yang membatasi akses platform digital berisiko bagi anak di bawah 16 tahun. Namun Meutya menegaskan, regulasi saja tidak cukup.

"Negara tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen, termasuk para lulusan muda, untuk menjaga ruang digital kita tetap sehat," katanya.

Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci dalam menciptakan ruang digital yang sehat. Ia menegaskan bahwa lulusan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar untuk ikut membangun ekosistem digital yang aman, beretika, dan berdaya saing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....