Teknologi 5G Sebabkan Kanker? Ini Penjelasannya
- 24 Agt 2025 08:53 WIB
- Jayapura
KBRN, Jayapura: Saat teknologi 5G meluas, muncul kekhawatiran publik tentang potensi risiko kesehatan yang meningkat. Benarkah jaringan 5G menyebabkan kanker, ini penjelasannya.
Faktanya, jaringan 5G bekerja menggunakan gelombang radio untuk mengirimkan data secara cepat melalui perangkat modern. Gelombang tersebut termasuk radiasi non-pengion, yang tidak cukup kuat merusak DNA di dalam sel.
Radiasi non-pengion berbeda dengan radiasi pengion, seperti sinar-X dan gamma yang dapat menyebabkan kerusakan sel. Jenis radiasi pengion, memiliki energi tinggi yang bisa memicu kanker, berbeda dengan teknologi 5G.
Melansir who-int.translate.goog, hingga saat ini belum ada bukti efek kesehatan buruk, akibat paparan teknologi nirkabel. Berbagai penelitian dilakukan pada spektrum radio, meski studi frekuensi khusus 5G masih relatif terbatas.
Para ahli kesehatan dan fisika menegaskan, paparan radiasi non-pengion dari jaringan nirkabel sangat rendah. Organisasi internasional juga sudah menetapkan standar keamanan, agar paparan menara seluler dan perangkat tetap aman.
Berikit beberapa mitos umum dan penjelasan ilmiahnya tentang bahaya 5G. Mitos-mitos ini sering beredar di masyarakat.
1. Radiasi 5G menyebabkan kanker, padahal tidak ada bukti ilmiah yang mendukung. Paparan radiasi 5G sangat rendah, sehingga tidak memiliki mekanisme biologis menimbulkan risiko penyakit.
2. 5G merusak sistem kekebalan tubuh, namun klaim itu tidak didukung penelitian ilmiah. Sistem imun manusia, tidak dipengaruhi oleh frekuensi gelombang radio yang digunakan jaringan 5G.
3. Menara 5G menyebabkan sakit kepala dan gejala fisik lain. Padahal, gejala tersebut sering berasal dari faktor lain tanpa bukti hubungan sebab akibat dengan menara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....