Trump-Xi Sepakat Bangun Kemitraan Strategis Tiga Tahun

  • 15 Mei 2026 07:58 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura -Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping, menggelar pertemuan tingkat tinggi di Beijing. Kedua pemimpin sepakat memperkuat hubungan bilateral konstruktif, strategis, serta stabil menghadapi dinamika geopolitik global yang terus berkembang.

Dalam pertemuan Kamis (14 Mei 2026), Xi Jinping menegaskan bahwa China dan Amerika Serikat seharusnya menjadi mitra. Bukan saingan di tengah dinamika geopolitik global yang terus berubah. Pernyataan tersebut disampaikan Xi Jinping sebagaimana dilaporkan Xinhua News Agency.

“Kita harus menjadi mitra, bukan saingan. Meraih kesuksesan bersama, makmur bersama, dan menciptakan jalan yang benar bagi negara-negara besar," ujar Xi Jinping.

Kunjungan Donald Trump ke Beijing kali ini menjadi lawatan resmi pertamanya ke China dalam hampir satu dekade terakhir. Kunjungan sebelumnya dilakukan pada tahun 2017.

Selain membahas kerja sama ekonomi dan perdagangan, kedua pemimpin juga menyinggung tantangan geopolitik global yang semakin kompleks. Xi Jinping bahkan menyoroti kemungkinan munculnya 'thucydides trap.' Yakni teori geopolitik yang menggambarkan potensi konflik antara kekuatan lama yang dominan dan kekuatan baru yang tengah bangkit.

“Bisakah China dan Amerika Serikat mengatasi thucydides trap. Dan menciptakan paradigma baru hubungan antarnegara besar?” kata Xi seperti dilansir China Daily.

Pengamat hubungan internasional CSIS, Bonnie Glaser, menilai pertemuan Trump dan Xi menjadi momentum penting meredakan ketegangan global internasional. Pertemuan tersebut melibatkan dua negara dengan kekuatan ekonomi terbesar dunia, yang berpengaruh terhadap stabilitas kawasan internasional saat ini.

Menurut Bonnie Glaser, hubungan bilateral stabil selama tiga tahun mendatang dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian global. Stabilitas hubungan kedua negara juga dinilai penting menjaga keamanan kawasan Indo-Pasifik, dari potensi ketegangan geopolitik berkepanjangan internasional.

“Dialog tingkat tinggi seperti ini penting. Yakni untuk mencegah eskalasi rivalitas strategis antara Washington dan Beijing,” ujarnya dalam analisis yang dimuat CSIS.

Pertemuan bilateral tersebut juga menghasilkan komitmen. Yaitu memperluas komunikasi strategis di bidang ekonomi, perdagangan, dan keamanan global.

Meski demikian, sejumlah tantangan masih membayangi hubungan kedua negara. Terutama terkait persaingan teknologi, pengaruh geopolitik, dan kebijakan ekonomi strategis masing-masing pihak.

Pertemuan Trump dan Xi Jinping di Beijing, menjadi perhatian dunia internasional. Pertemuan keduanya dianggap dapat menentukan arah baru hubungan dua kekuatan besar dunia tersebut, dalam beberapa tahun mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....