Iran Putar Arah Kebijakan Hormuz dalam Sehari
- 19 Apr 2026 04:40 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Ketidakpastian kembali menyelimuti jalur pelayaran strategis Selat Hormuz. Iran dilaporkan menutup kembali akses tersebut kurang dari 24 jam sejak sempat menyatakan pembukaan jalur.
Penutupan ini dilakukan menyusul sikap Amerika Serikat, yang tetap mempertahankan kebijakan blokade terhadap pelabuhan Iran. Kondisi ini memicu kebingungan global, mengingat sebelumnya kedua pihak sempat memberikan sinyal berbeda terkait situasi di lapangan.
Melansir laman Reuters, ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat di kawasan Teluk kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir. Kedua pihak saling mengeluarkan pernyataan keras, terkait keamanan jalur pelayaran.
Pemerintah Iran sebelumnya menyatakan bahwa jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz, akan kembali dibuka untuk aktivitas normal. Pernyataan tersebut berbanding terbalik dengan sikap Washington, yang menyebut aktivitas di kawasan tersebut tetap berjalan tanpa gangguan signifikan.
Berdasarkan data pelacakan kapal, sejumlah tanker sempat melintas pada Sabtu pagi waktu setempat. Meski demikian, kondisi di lapangan belum sepenuhnya jelas dan masih diwarnai ketegangan militer.
Militer Iran kemudian mengumumkan bahwa kendali Selat Hormuz telah dikembalikan seperti sebelumnya, dengan pengawasan ketat dari angkatan bersenjata. Iran juga menuding langkah blokade Amerika Serikat, sebagai tindakan yang setara dengan perampasan di laut.
Situasi ini memicu kekhawatiran terhadap stabilitas distribusi energi global. Selat Hormuz merupakan salah satu jalur utama pengiriman minyak dunia. Sehingga gangguan di wilayah tersebut, berpotensi berdampak luas terhadap harga dan pasokan energi internasional.
Hingga kini, komunitas internasional terus memantau perkembangan situasi tersebut. Sambil menyerukan deeskalasi guna menjaga stabilitas kawasan dan kelancaran distribusi energi global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....