Bank Dunia Wanti-Wanti Dampak Ketidakstabilan Pasca Konflik AS-Iran
- 17 Apr 2026 11:51 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Chief Executive Officer World Bank, Ajay Banga, memperingatkan potensi ketidakstabilan global yang dapat berlangsung selama berbulan-bulan. Pernyataan itu disampaikan, meskipun konflik antara Iran dan Amerika Serikat mulai mereda dalam beberapa waktu terakhir saat ini.
Dalam wawancara yang dikutip dari CNBC International, Banga menegaskan dunia harus bersiap menghadapi dampak lanjutan konflik geopolitik besar. Ia menyebut gangguan pasar energi dan ekonomi global, dapat terjadi serta memicu tekanan tambahan bagi berbagai negara dunia.
Banga, mengatakan pemulihan kondisi global tidak akan terjadi instan meskipun jalur perdagangan penting seperti Selat Hormuz dibuka kembali. Menurutnya, diperlukan waktu beberapa bulan untuk mengembalikan stabilitas ekonomi ke kondisi sebelum konflik benar-benar mereda sepenuhnya lagi.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga inflasi tetap terkendali, karena kenaikan harga dapat menyulitkan bank sentral menentukan kebijakan moneternya. Inflasi tinggi berpotensi memperlambat pemulihan ekonomi global, terutama ketika ketidakpastian geopolitik masih berlangsung dan belum menunjukkan tanda mereda.
Federal Reserve masih mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,50 persen hingga 3,75 persen selama tiga bulan terakhir ini. Kebijakan diambil, di tengah tekanan inflasi meningkat yang diperparah konflik Iran-Amerika Serikat serta gangguan distribusi energi global.
Penutupan Selat Hormuz, sempat menghambat jalur utama pengiriman minyak dunia sehingga mendorong lonjakan harga barang dan biaya logistik. Analis menilai stabilitas kawasan dan pemulihan ekonomi global sangat bergantung pada keberlanjutan perdamaian, serta normalisasi jalur perdagangan internasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....