Kabupaten Jayapura Tuan Rumah Konferensi Masyarakat Adat dan Pemuda Mamta-Tabi
- 22 Sep 2026 16:16 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Pemerintah Kabupaten Jayapura menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah Konferensi III Masyarakat Adat dan Pemuda I Wilayah Mamta-Tabi 2026. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 7-9 Oktober 2026, dengan fokus memperkuat konsolidasi masyarakat adat dan pemuda Tabi.
Dukungan tersebut dinilai penting untuk memperkuat konsolidasi adat, sekaligus menjaga identitas dan jati diri masyarakat Tabi. Upaya ini diharapkan mampu menjaga keberadaan nilai budaya dan hak masyarakat adat di tanah leluhurnya, secara berkelanjutan.
Penegasan itu disampaikan Asisten I Setda Kabupaten Jayapura, Gilberd Yakwar,t setelah menghadiri Pra Konferensi di Jayapura, Selasa 15 September 2026. Pra Konferensi tersebut menjadi momentum awal untuk mematangkan persiapan pelaksanaan konferensi serta memperkuat koordinasi antarpihak terkait di Tabi.
“Hari ini saya hadir mewakili Bupati dan Wakil Bupati Jayapura di Gedung Sopi. Terkait kegiatan yang diwadahi panitia Pra-Konferensi III Mamta Tabi,” ujar Yakwart.
Menurutnya, pra konferensi menjadi bagian penting untuk membangun kesiapan bersama sebelum konferensi utama digelar. Termasuk membangun kesamaan persepsi dari generasi muda Tabi dan semua kalangan masyarakat pada umumnya. Dengan demikian Konfrensi III Masyarakat Adat dan Pemuda Wilayah I Mamta Tabi bisa berjalan lancar sekaligus ruang konsolidasi.
"Forum tersebut bukan sekadar agenda organisasi, tetapi menjadi ruang konsolidasi bagi masyarakat adat dan generasi muda Tabi. Bupati dan Wakil Bupati, siap untuk menjadi tuan rumah konferensi Mamta Tabi di Kabupaten Jayapura,” ucapnya.
Yakwart juga menegaskan, konferensi memiliki nilai strategis bagi keberlangsungan identitas dan jati diri masyarakat adat Tabi. Yakni dengan senantiasa menerapkan nilai nilai adat dan budaya yang berlaku dannsudah ada sejak turun temurun.
“Konferensi ini menjadi wadah bagi kami anak-anak Tabi. Secara khusus pemuda-pemudi anak Tabi dan seluruh tokoh pemuda, tokoh adat, tokoh perempuan, ondofolo dan dewan adat,” katanya.
Ia menekankan, konferensi tersebut tidak diarahkan menjadi panggung politik. Melainkan memperkuat kesadaran masyarakat Tabi terhadap identitas, jati diri, dan keberadaan mereka sebagai masyarakat asli di wilayah adatnya.
"Konsolidasi adat menjadi salah satu fondasi penting dalam menghadapi perubahan zaman. Generasi muda Tabi dinilai perlu memahami akar budaya. Selain itu sejarah, nilai adat, dan tanggung jawab mereka terhadap tanah serta masyarakat adatnya," ucap dia.
Yakwart berharap, konferensi menghasilkan gagasan dan komitmen bersama yang mampu menjaga persatuan masyarakat adat. Sekaligus memperkuat pula peran generasi muda, dalam kehidupan adat dan pembangunan daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....