Presiden Sampaikan Sejumlah Capaian Penguatan Program Kerja
- 26 Agt 2026 00:05 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pembangunan manusia menjadi salah satu fokus utama Pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat.
Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, hingga penyediaan rumah layak bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Presiden dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.
Dalam bidang pendidikan, Presiden menyampaikan bahwa Pemerintah menjalankan program perbaikan sekolah terbesar dalam sejarah Indonesia. Pada 2025, sebanyak 16.167 sekolah telah diperbaiki, sementara pada 2026 jumlah tersebut meningkat menjadi 71.744 sekolah.
“Dengan layar-layar ini kita hadirkan guru-guru terbaik, untuk mengajar sains, matematika, teknologi dan juga para native speakers, untuk belajar bahasa asing. Anak-anak Indonesia harus menguasai bahasa asing dari kecil,” ujar Presiden.
Selain itu, Pemerintah terus memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu melalui program Sekolah Rakyat. Hingga saat ini, sebanyak 93 Sekolah Rakyat permanen telah dibuka. Jika ditambah dengan Sekolah Rakyat rintisan, total telah terdapat 182 Sekolah Rakyat.
“Ketidakmampuan tidak boleh menjadi warisan. Kesempatanlah yang harus kita wariskan,” tegas Presiden.
Di bidang kesehatan, Program Cek Kesehatan Gratis yang diluncurkan pada Februari 2025 telah menjangkau 108 juta orang. Layanan tersebut saat ini tersedia di 10.255 puskesmas yang tersebar di 38 provinsi. Untuk memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat, Pemerintah juga menanggung penuh iuran Jaminan Kesehatan Nasional bagi 96,8 juta warga miskin dan tidak mampu.
“Rakyat tidak mampu tidak boleh membayar untuk membuktikan bahwa ia tidak mampu. Rakyat juga tidak boleh berkali-kali menyerahkan data yang sebenarnya sudah dimiliki negara,” kata Presiden.
Selain pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial, Pemerintah juga terus memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak. Hingga 30 Juni 2026, sebanyak 83.907 rumah telah menerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bantuan renovasi rumah.
Sementara itu, pembiayaan pembelian rumah melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) telah menjangkau 91.531 rumah dan Kredit Program Perumahan telah menjangkau 95.878 debitur.
“Negara hadir bukan untuk menggantikan kerja keras rakyat. Negara hadir agar kerja keras rakyat tidak sia-sia,” pungkas Presiden.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....