Presiden Perkuat Fondasi SDM Indonesia dengan Literasi Pendidikan

  • 26 Agt 2026 01:06 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – Pemerintah terus mematangkan langkah pembaruan buku ajar nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi pendidikan Indonesia.

Arahan tersebut merupakan tindak lanjut dari perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap kualitas buku pelajaran yang digunakan peserta didik, sekaligus upaya membangun budaya membaca sejak usia dini.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan perhatian Presiden Prabowo terhadap pembaruan buku ajar berawal dari kunjungan ke sejumlah sekolah.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo meninjau langsung buku-buku pelajaran yang digunakan para siswa dan menemukan sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian.

“Saat mengecek buku pelajaran, itu beliau lihat satu persatu, kemudian kok ada yang bahannya mudah rusak, ada yang sudah rusak juga, kemudian tulisannya kecil-kecil, sehingga anak-anak SD khususnya bacanya sangat dekat, kemudian ya kalau dibaca kurang baik,” ujar Seskab Teddy pada Jumat, 7 Agustus 2026.

Menurut Seskab Teddy, setelah mempelajari buku-buku pelajaran yang digunakan di Indonesia agar dilakukan perbandingan dengan buku ajar dari negara-negara tetangga sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas buku pelajaran nasional.

“Awalnya yang punya kita dulu, dicek dulu semuanya, beliau lihat satu-satu. Kemudian coba dibandingkan ke negara tetangga. Pada awalnya seperti itu, sehingga yang tadi Pak Mensesneg sampaikan, dicek, nanti intinya akan diperbaiki menjadi lebih baik,” ungkap Seskab Teddy.

Sementara Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan penguatan karakter kebangsaan, Kepala Negara juga memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas pembelajaran sains dan teknologi, serta peningkatan kemampuan berbahasa asing untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi persaingan global.

“Yang ketiga, untuk menghadapi kompetisi global, salah satu concern beliau adalah kemampuan bahasa asing, salah satunya adalah bahasa Inggris,” kata Menteri Pras.

Tidak hanya dari sisi materi, Presiden Prabowo juga menginginkan agar kualitas fisik buku pelajaran ditingkatkan.

“Kalau tampilan tadi sudah kami jelaskan, penginnya besar, menarik, tulisan tidak kecil-kecil, bahannya pun juga yang bagus supaya itu bisa bertahan dalam sekian waktu,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Pras juga mengungkapkan perhatian Presiden Prabowo terhadap dunia pendidikan tidak terlepas dari kebiasaan membaca yang telah ditanamkan sejak kecil dalam lingkungan keluarganya. Menurutnya, budaya membaca secara rutin menjadi salah satu nilai yang kini ingin kembali digalakkan di lingkungan pendidikan nasional.

“Itu adalah juga cara mendidik yang kami juga sudah berkoordinasi dengan Kementerian Dikdasmen untuk itu juga mulai kita galakan lagi, mulai kita giatkan lagi, gemar membaca buku dan wajib membaca buku bagi kita semua,” ujar Menteri Pras.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....