Lulusan SKODI Asal Papua Sukses Cetak Prestasi Internasional

  • 29 Jun 2026 13:57 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – Frans Doyapo, atlet disabilitas berbakat asal Papua, sukses menyelesaikan program pembinaan intensif selama kurang lebih tiga tahun di Sekolah Khusus Olahraga Disabilitas (Skodi) Kementerian Pemuda dan Olahraga Indonesia.

Penyerahan kelulusan ini menjadi momentum penting bagi keberlanjutan karier olahraga Frans yang kini ditargetkan untuk menembus persaingan di kancah internasional setelah sebelumnya berhasil mendominasi kejuaraan nasional.

Selama masa pembinaannya sejak awal penerimaan hingga dinyatakan lulus, Frans menunjukkan perkembangan performa yang sangat signifikan. Salah satu pencapaian puncaknya adalah keberhasilan menyabet dua medali emas pada Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) di Solo.

Perwakilan Asisten Deputi Sentra Pembinaan Olahragawan Muda (SPOM) Wagiyo mengatakan prestasi gemilang ini dinilai sebagai bukti nyata efektivitas program pembinaan yang dilakukan oleh Skodi.

Target Tinggi di Kancah Internasional

"Target kami mudah-mudahan Frans ini bisa mencapai target di internasional. Makanya kami mengambil momen ini untuk menyampaikan kepada Ketua NPC Pusat, Provinsi, hingga Kabupaten, bisa meneruskan perjuangan kami agar tidak terputus,” kata Wagiyo, Sabtu (27/6/2026).

Di level internasional sendiri, kata Wagiyo bahwa Frans telah membawa pulang medali pada ajang ASEAN Youth Games. Meskipun persaingan sangat ketat ia tetap optimis, lantaran motivasi tinggi serta karakter disiplin yang terbentuk selama latihan diyakini mampu bersaing ketat dan siap menggantikan para seniornya di masa depan.

Kendala Anggaran dan Efisiensi Perekrutan

Saat ini, Frans merupakan satu-satunya atlet asal Papua yang mengenyam pendidikan dan pembinaan di Skodi. Dimana saat ini, belum memiliki pengganti lantaran adanya keterbatasan anggaran. Kendati demikian, Skodi berharap pada tahun depan agar rekrutmen terbuka dapat kembali dilaksanakan secara masif melalui koordinasi ketat dengan NPC Indonesia yang berbasis di Solo.

“Penjaringan atlet daerah dipastikan akan tetap melibatkan pemantauan penuh dari NPC Pusat. Skodi akan menerima laporan rekomendasi mengenai atlet-atlet daerah, termasuk dari Papua, yang dinilai siap dan mampu secara fisik maupun mental untuk mengikuti seleksi ketat di Skodi berdasarkan rekam jejak prestasi mereka,” jelasnya.

Pengawasan Berkelanjutan Pascakelulusan

Meskipun Frans telah resmi dinyatakan lulus, Skodi menegaskan komitmennya untuk tidak melepaskan pengawasan. Bekerja sama dengan Kemenpora serta NPC Indonesia, pemantauan terhadap kondisi fisik, perkembangan performa, dan posisi atlet akan terus dilakukan secara berkala, baik bagi mereka yang nantinya masuk ke Pelatnas maupun Pelatda.

“Sejak dibentuk pada tahun 2018, Skodi tercatat memiliki rekam jejak prestasi alumni yang baik. Sehingga sistem pelacakan alumni ini, terbukti banyak jebolan Skodi yang kini memperkuat skuad Indonesia di Pelatnas dan berhasil menyumbangkan rentetan medali emas, seperti pada ajang Asian Para Games di Thailand yang baru saja berlalu,” ucap dia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....