Ratusan Tenaga Honorer Port Numbay Datangi Rumah Walikota Jayapura

  • 28 Mei 2026 23:15 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – Ratusan tenaga K2, PPPK dan R3 asli Port Numbay mendatangi kediaman pribadi Walikota Jayapura, Abisai Rollo, Kamis (28/5/2026).

Kedatangan mereka untuk meminta kepastian terkait nasib dan status sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Jayapura.

Walikota Jayapura yang juga Ondoafi Skouw Yambe didampingi Ondoafi Kayu Pulo, Nikolaus A. Youwe, menerima berbagai aspirasi dan keluhan dari anak-anak asli Port Numbay.

Ketua Presedium Pemuda Adat Tabi, Frank Reynould Tjoe mengaku puas dan bangga atas penjelasan yang diberikan Wali Kota Jayapura. Menurutnya, keputusan apapun yang dilakukan merupakan amanah dari seorang Ondoafi, sekaligus kepala daerah yang harus dihormati.

“Memang apa yang sudah bapa sampaikan kepada kami. Selain bapa sebagai walikota, beliau juga Ondoafi. Kami sebagai anak-anak adat patut untuk menjalankan dan tidak bisa menantang dan segala macam. Karena Ondoafi menurut pemahaman kami dari adat adalah wakil dari Allah itu sendiri,” kata Frank Reynould Tjoe.

Selain meminta kepastian status kelulusan ASN, para peserta juga menuntut agar ASN yang dinilai tidak mampu bekerja dengan baik di atas Tanah Port Numbay segera dicopot.

Dalam hasil pertemuan tersebut, sebagian besar peserta meminta kepastian terkait kapan hasil kelulusan mereka sebagai ASN dapat diumumkan, termasuk mempertanyakan nama-nama yang hadir sudah masuk dalam kuota seleksi di Badan Kepegawaian Negara (BKN) atau dalam proses seleksi.

Dijelaskan bahwa khusus formasi K2 tahun 2021, data peserta telah melalui proses verifikasi dan validasi di BKPP Kota Jayapura sebelum dilanjutkan ke BKN Pusat.

Sementara peserta yang hadir dalam pertemuan terdiri dari tiga formasi. Untuk PPPK tahap pertama yang tidak lolos tercatat sebanyak 197 orang, dan khusus anak asli Port Numbay yang diakomodir berjumlah 33 orang.

Selanjutnya, pada PPPK tahap kedua, jumlah anak asli Port Numbay yang telah mengikuti tes tercatat sebanyak 903 orang. Sedangkan peserta PPPK yang saat ini masih diproses di BKN Pusat sebanyak 314 orang.

“Memang jumlah awalnya 334. Tetapi kami dapat bahwa ada sekitar 20 orang sudah terlanjur ikut tes PPPK. Makanya nama mereka harus kita buang dan sisa yang kami akomodir untuk K2 tahap kedua sebanyak 314,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....