Tasyakuran Hardiknas 2026, Kuatkan Partisipasi Wujudkan Pendidikan Bermutu

  • 27 Mei 2026 23:23 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – Malam Tasyakuran Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi momentum penting partisipasi dan juga kontribusi nyata semua pihak yang peduli akan pentingnya pendidikan bagi semua anak Indonesia.

Mengusung tema "Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua".

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengapresiasi para insan pendidikan dan pemerintah daerah yang berperan aktif membangun nilai-nilai pendidikan Indonesia.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti dalam sambutannya di Plasa Insan Berprestasi menyampaikan apresiasi sekaligus terima kasih kepada semua pihak atas dukungan kepada Kemendikdasmen di tahun 2025 dan 2026.

“Kami tentu saja merasa sangat terbantu dengan kiprah, inisiatif serta kreativitas bapak-ibu sekalian dan juga para wartawan, para guru dan penyelenggara pendidikan yang selama ini telah bersama-sama dengan kami secara bertahap mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua,” jelas Mendikdasmen Abdul Mu’ti, Senin (25/5/2026).

Ia juga menyampaikan capaian selama 19 bulan kepemimpinannya, di mana saat ini ia telah meletakkan fondasi menuju pendidikan bermutu untuk semua.

Di antaranya adalah melalui infrastruktur fisik, yang sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, Kemendikdasmen telah melaksanakan revitalisasi untuk 16.167 satuan pendidikan dan 288.865 Interactive Flat Panel (IFP) di seluruh Indonesia.

Selanjutnya, infrastruktur pedagogis, yaitu program yang berfokus pada pemenuhan kualifikasi dan peningkatan sejahteraan guru, melalui sertifikasi dan peningkatan kompetensi melalui pelatihan untuk para guru.

Pada tahun 2025 Kemendikdasmen telah memberikan bantuan untuk 12.500 guru mengikuti studi S1 dengan sistem rekognisi pembelajaran lampau dan beasiswa 3 juta per semester untuk masing-masing guru.

“Pada tahun ini sertifikasi bagi guru non-ASN tunjangannya menjadi Rp 2.000.000, lalu Guru ASN tunjangannya diberikan sebesar gaji pokok. Juga insentif untuk guru non-ASN yang belum mendapatkan tunjangan sertifikasi sebesar 400.000 setiap bulan,” jelas Abdul Mu’ti.

Kemudian yang ketiga adalah Infrastruktur Budaya dalam rangka memperkuat pendidikan karakter, melalui berbagai kebijakan, di antaranya adalah 7 kebiasaan Indonesia Hebat, kemudian Program Pagi Ceria dan Program Upacara Bendera. Serta program yang berkaitan dengan upaya penguatan pendidikan untuk anak-anak taman kanak-kanak serta wajib belajar 13 tahun bagi anak-anak taman kanak-kanak sampai tingkat SMA/sejerajat.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti menuturkan bahwa Malam Tasyakuran Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 sebagai momen reflektif di tengah berbagai tantangan masih diberi kekuatan untuk terus berikhtiar dan berkolaborasi demi kemajuan pendidikan bangsa.

“Dengan memberikan penghargaan atas karya dan dedikasi di bidang pendidikan, serta mendorong inovasi dan kolaborasi di antara pemangku kepentingan dan yang tidak kalah pentingnya antara pusat dan daerah untuk menyediakan pendidikan inklusif dan berkeadilan,” jelas Suharti.

Penghargaan Tasyakuran Hardiknas 2026 sebanyak 97 penghargaan, yang terdiri dari berbagai kategori, sebagai apresiasi terhadap pihak-pihak yang mendukung program Kemendikdasmen, seperti Revitalisasi Sekolah, Digitalisasi Pembelajaran, Penyelenggaraan Senam Anak Indonesia Hebat.

Kemudian, penghargaan lifetime achievement kepada tokoh pendidikan juga mantan Menteri Pendidikan, Abdul Malik Fadjar atas dedikasi yang begitu besar pada dunia pendidikan Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....