Presiden Tekankan Dialog dan Negosiasi di Konflik Perbatasan

  • 25 Mei 2026 23:18 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – Presiden Prabowo Subianto mendorong penguatan stabilitas dan rekonsiliasi kawasan Asia Tenggara dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Filipina.

Dalam berbagai sesi pertemuan, termasuk retreat para pemimpin ASEAN, isu situasi Myanmar hingga pentingnya penyelesaian konflik melalui dialog menjadi perhatian utama.

Menteri Luar Negeri Sugiono dalam keterangan persnya menyampaikan bahwa para pemimpin ASEAN membahas perkembangan terbaru di Myanmar pascapelaksanaan pemilu dan pembentukan pemerintahan baru di negara tersebut.

Dimana Indonesia, kata Menlu Sugiono, sejak awal menegaskan pentingnya proses politik yang inklusif dan berorientasi pada perdamaian.

“Dari awal posisi Indonesia adalah jika pemilu tersebut berlangsung, pemilu yang dilangsungkan harus inklusif, kemudian mampu mengadress masalah-masalah yang ada di sana, kemudian juga mampu membawa perdamaian, menciptakan suatu situasi yang lebih baik,” ujar Menlu Sugiono, Sabtu, 9 Mei 2026.

Selain itu, Indonesia juga menekankan pentingnya implementasi fivepoint consensus ASEAN sebagai pijakan utama dalam penyelesaian krisis Myanmar.

Dalam pembahasan tersebut, para pemimpin ASEAN turut menyoroti sejumlah perkembangan positif yang dilakukan pemerintahan baru Myanmar yang dinilai sebagai progres yang perlu diapresiasi oleh negara-negara ASEAN.

“Setelah pemilu, ada beberapa gesture positif yang dinilai juga perlu diapresiasi yang dilakukan oleh pemerintah baru, yaitu di antaranya pembebasan,” ungkapnya.

Menlu Sugiono menambahkan bahwa perkembangan tersebut menjadi bagian dari upaya memenuhi komitmen dalam fivepoint consensus ASEAN.

Oleh karena itu, para pemimpin ASEAN juga membahas langkah-langkah terukur yang dapat dilakukan untuk terus mendorong perbaikan situasi di Myanmar.

“Pada intinya semua berpendapat, sepaham bahwa negara-negara anggota harus terus memberikan perhatiannya kepada Myanmar untuk bisa menemukan jalan yang mereka tentukan sendiri dalam rangka memperbaiki situasi negaranya,” kata Menlu Sugiono.

Selain isu Myanmar, Presiden Prabowo juga turut menyampaikan pandangannya terkait pentingnya rekonsiliasi dan dialog dalam menyikapi berbagai persoalan perbatasan di kawasan, termasuk ketegangan antara Thailand dan Kamboja. Presiden Prabowo, menurut Menlu Sugiono, menekankan bahwa persoalan perbatasan sebaiknya dikelola melalui pendekatan dialog, negosiasi, dan kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Daripada kita mempertajam perbedaan-perbedaan, biarlah urusan legal itu terus berjalan, tapi in the meantime kenapa kita tidak mencari hal-hal yang positif yang bisa kita kerjasamakan memberi manfaat bagi masyarakat dan rakyat,” kata Menlu Sugiono.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....