SMPN 2 Jayapura Gelar ASA, Sisipkan Tes Kemampuan Akademik dan Karakter

  • 07 Mei 2026 02:37 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – SMP Negeri 2 Kota Jayapura melaksanakan Asesmen Sumatif Akhir Jenjang untuk tahun ajaran 2025/2026. Kegiatan yang menjadi penentu kelulusan bagi siswa kelas IX ini dijadwalkan selama lima hari, mulai tanggal 4 hingga 8 Mei 2026.

Sebanyak 362 siswa peserta ujian tahun ini dengan menerapkan sistem Computer Based Test (CBT), di mana siswa diwajibkan membawa perangkat mandiri berupa laptop atau ponsel Android yang mendukung aplikasi ujian.

Kepala Sekolah SMPN 2 Jayapura, Dorthea Carolien Enok, S.Pd menjelaskan bahwa materi ujian berdasarkan pada penguatan literasi dan numerasi.

“Soal-soal diarahkan menuju Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk memudahkan siswa saat lanjut ke jenjang SMA nanti. Selain akademik, kami juga menyisipkan soal pembinaan karakter dan survei lingkungan belajar minimal lima soal di setiap mata pelajaran," kata Dorthea Carolien Enok, S.Pd kepada awak media, Selasa (5/5/2026).

Meskipun banyak siswa menggunakan ponsel lantaran, keterbatasan perangkat laptop, pihak sekolah menjamin integritas ujian tetap terjaga.

Ia katakan operator sekolah telah memasang sistem pengunci pada perangkat siswa yang aksesnya otomatis terblokir jika siswa mencoba keluar dari aplikasi saat ujian berlangsung. “Ini yang kita maksimalkan untuk keseriusan anak-anak karena ini ujian bukan main-main, jadi akses hanya bisa dibuka kembali setelah melalui proses reset oleh operator,” ucap dia.

Sementara dikatakan untuk menjaga kenyamanan, ujian dilaksanakan di 19 ruangan dengan kapasitas maksimal 20 siswa per ruang yang diawasi langsung secara internal guru sekolah guna efisiensi anggaran, namun tetap mengacu pada Standar Operasional Prosedur (SOP) ujian yang berlaku.

“Kita juga menghimbau kepada para orang tua agar mengingatkan anak-anak mereka bahwa dalam pelaksanaan ujian mengacu kepada aturan atau kepada tujuh kebiasaan anak indonesia hebat. Mereka harus tidur cepat, bangun beribadah, belajar, sehingga pada akhirnya mereka harus bangun cepat dan pergi ke sekolah tidak terlambat,” jelasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....