Presiden Tegaskan Pencak Silat sebagai Pilar Kekuatan Bangsa

  • 28 Apr 2026 00:08 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pencak silat merupakan kekuatan fundamental bangsa yang tidak hanya membentuk ketangguhan fisik, tetapi juga karakter dan jati diri nasional.

Menurut Kepala Negara, pencak silat memiliki dimensi yang jauh melampaui aspek fisik sebagai olahraga atau seni bela diri.

“Pencak silat ya olahraga. Pencak silat olahraga, pencak silat seni bela diri, ya benar. Pencak silat, tapi lebih dari itu, pencak silat mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia,” ucap Presiden pada Munas XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia Masa Bakti 2026–2030 di Jakarta, pada Sabtu, 11 April 2026.

Kekuatan sejati dalam pencak silat, kata Presiden Prabowo, tidak hanya terletak pada kemampuan fisik, tetapi pada kedalaman ilmu yang diiringi dengan kerendahan hati.

Menurutnya, nilai-nilai kesatria yang diajarkan dalam pencak silat dimulai dari keberanian, keberanian yang digunakan untuk melindungi, bukan untuk kesombongan atau penyalahgunaan kekuatan.

“Hampir semua perguruan di pencak silat dan saya kira di semua bela diri dunia yang saya ikuti dan semua guru mengajarkan ilmu ini adalah untuk membela diri, membela keluargamu, membela desamu, membela masyarakatmu, membela bangsamu,” jelasnya.

Dalam perspektif sejarah, Presiden mengingatkan bahwa bangsa Indonesia telah menghadapi berbagai tantangan dari kekuatan asing selama ratusan tahun.

Pada situasi tersebut, pencak silat menjadi bagian dari semangat perlawanan bangsa dengan terus dilestarikan walaupun sempat dilarang pada masa penjajahan.

“Waktu itu pencak silat dilarang. Tidak boleh belajar pencak silat. Akhirnya pencak silat dilatih malam-malam oleh guru-guru kita. Malam-malam di bukit-bukit, di gunung-gunung, di surau-surau,” kata Presiden.

Penegasan Presiden Prabowo tersebut memperkuat posisi pencak silat sebagai warisan budaya yang hidup, yang tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga menjadi instrumen pembentukan karakter, persatuan, dan ketahanan nasional di tengah dinamika global.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....