Musda KNPI Kota Jayapura Ruang Demokrasi Masa Depan Pemuda

  • 16 Mar 2026 22:03 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Jayapura menggelar Musyawarah Daerah (Musda) VI 2026 yang dibuka resmi oleh Asisten II Setda Kota Jayapura, Abdul Majid, Sabtu (14/3/2026).

Kata Abdul Majid, bahwa musda KNPI merupakan momentum penting bagi konsolidasi organisasi kepemudaan, sekaligus ruang demokrasi dan tempat lahirnya gagasan, komitmen, serta arah perjuangan pemuda untuk masa depan daerah.

“Dalam sejarah bangsa Indonesia, perubahan besar selalu dimulai dari keberanian dan idealisme kaum muda. Karena itu, pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam pembangunan, tetapi harus menjadi pelaku utama yang membawa energi perubahan bagi masyarakat,” ucap Abdul Majid.

Dia menegaskan pemuda sebagai aset pembangunan yang membutuhkan generasi karakter kuat, integritas, wawasan kebangsaan, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.

“Musda ini dapat melahirkan kepemimpinan yang mampu merangkul seluruh potensi pemuda serta menghadirkan organisasi yang inklusif, produktif, dan solutif dalam menjawab berbagai persoalan generasi muda,” jelas dia.

Sementara Caretaker Ketua DPD KNPI Kota Jayapura, Burman Waromi mengatakan, pemuda memiliki peran penting mendukung pembangunan daerah melalui sinergi dengan Pemerintah Kota Jayapura.

Burman Waromi yang juga sebagai anggota DPR Kota Jayapura itu menekankan bahwa pemuda harus menjadi motor penggerak pembangunan sekaligus menghadirkan inovasi dalam berbagai sektor.

“Kami berharap Musda ke-VI ini dapat menghasilkan kepemimpinan yang inklusif, visioner, dan mampu merangkul seluruh OKP yang ada di Kota Jayapura,” katanya.

ditambahkan, Wakil Ketua I Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) KNPI Papua, Yopie Romhadi, berharap Musda tersebut dapat melahirkan kepemimpinan KNPI Kota Jayapura yang berkualitas.

Namun ia mengingatkan kepada seluruh peserta Musda, baik pimpinan OKP maupun KNPI tingkat distrik, untuk menjaga sikap kritis dan menjunjung tinggi etika dalam forum organisasi.

“Adu argumen dalam forum seperti ini adalah hal yang biasa, tetapi jangan sampai berbenturan secara fisik. Sebagai kaum intelektual, setiap pendapat harus disampaikan dengan baik dan benar agar proses pleno dapat berjalan dengan baik,” jelasnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....