Teknologi Pengolahan Sampah Skala Mikro Dimulai Tahun Ini

  • 23 Feb 2026 00:18 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengungkapkan teknologi pengelolaan sampah skala mikro akan dimulai tahun 2026 ini.

Kepastian itu menyusul presiden menekankan pentingnya akselerasi inovasi yang telah dikembangkan di lingkungan perguruan tinggi.

“Selain tentu Waste to Energy yang tetap terus berjalan. Beberapa teknologi pengolahan sampah skala mikro yang memang sudah dikembangkan di beberapa kampus diminta untuk dilakukan percepatan,” ujar Brian yang dikutip dari laman resmi setkab, Sabtu (21/2/2026).

Menurut dia, rapat terbatas bersama presiden pada Rabu, (11/2) telah memberikan sejumlah arah strategis percepatan pengembangan teknologi pengolahan sampah, khususnya pada skala mikro, sebagai pelengkap program Waste to Energy yang telah berjalan.

“Ada beberapa teknologi tadi dibicarakan, kita akan segera pilih dan juga akan berjalan bersama Danantara sehingga nantinya penanganan sampah juga akan berjalan di level-level mikro, di tingkat kelurahan lebih efektif,” kata Brian.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah juga memastikan aspek lingkungan menjadi perhatian utama.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi akan berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup (LH) untuk menjamin bahwa teknologi yang diterapkan tidak menimbulkan dampak negatif.

Lebih lanjut, pemerintah akan segera menggelar rapat lanjutan bersama Kementerian Lingkungan Hidup, Danantara, serta pemerintah daerah untuk mendorong implementasi secara lebih luas.

“Dan juga tadi dengan Pemda, kita akan segera uji coba di beberapa kota dan ini harapannya juga bisa mempercepat penanganan sampah sambil menunggu tentu Waste to Energy yang sedang dijalankan Danantara berjalan,” jelas Brian.

Terkait target waktu, pemerintah menargetkan uji coba dapat dimulai dalam tahun ini di sejumlah kelurahan. Skala penanganan yang disiapkan pun difokuskan pada volume sampah di tingkat kelurahan atau desa.

“Kira-kira 10 ton per hari, jadi sampah di kelurahan, di desa itu kira-kira besarannya 10 ton per hari itu yang akan kita coba atasi,” jelas Brian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....