Presiden Targetkan 1.000 Desa Nelayan Beroperasi Tahun 2026

  • 23 Feb 2026 00:09 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – Presiden Prabowo Subianto menargetkan 1000 desa nelayan beroperasi pada tahun 2026 ini. Komitmen itu untuk memperkuat sektor kelautan melalui pembangunan desa-desa nelayan secara terintegrasi di seluruh Indonesia.

Target pembangunan 1.000 desa nelayan, sebagai bagian dari target besar 5.000 desa nelayan hingga 2029.

“Selama Republik Indonesia berdiri, nelayan-nelayan kita belum pernah dapat perhatian. Mereka kadang-kadang tidak bisa punya es, tidak ada pabrik es di desa mereka, mereka sulit dapat solar, mereka sulit untuk dapat akses ke pasar. Ini kita ubah,” ujar Presiden yang dikutip dari laman resmi setkab saat menghadiri Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Sabtu (21/2/2026).

Kata Presiden, setiap desa nelayan akan dilengkapi dengan pabrik es, cold storage, dermaga, kapal, serta kendaraan operasional, guna memastikan rantai distribusi hasil tangkapan berjalan efisien.

“Ini semua bukan hand out, bukan kita bagi-bagi ini, kita organisasi dalam koperasi, semua pengeluaran mereka akan bayar kembali ke bank-bank dan ke pemerintah,” jelas Presiden.

Presiden menyatakan bahwa para nelayan akan diberikan kelonggaran dalam pengembalian investasi agar tidak memberatkan. Skema pembiayaan ini dinilai adil, mengingat dunia usaha besar pun kerap mendapatkan restrukturisasi kredit.

“Kita beri kelonggaran pengembaliannya bisa di atas 10 tahun, 11 sampai 12 tahun, yang tidak ada masalah karena para pengusaha-pengusaha besar juga kadang-kadang minta kredit juga belasan tahun. Itu pun sering minta restrukturisasi,” jelas dia.

Selain pembangunan desa nelayan, Presiden juga menyoroti percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih yang akan menjadi penggerak ekonomi desa.

Dalam waktu dekat, ratusan koperasi ditargetkan mulai beroperasi, dengan total hampir 30.000 koperasi dan gudang yang telah dalam tahap pembentukan.

“Semua barang subsidi akan punya akses. Rakyat akan punya akses langsung sehingga tidak ada penyelewengan, tidak ada kebocoran,” ucap Presiden.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....