IGIC 2026 Hasilkan Jakarta Understanding tentang Perdamaian

  • 30 Sep 2026 17:06 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura — International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 menghasilkan kesepakatan bersama yang disebut “Jakarta Understanding” sebagai pesan para imam besar dunia mengenai perdamaian, diplomasi keagamaan, dan kemanusiaan. Kesepakatan tersebut disampaikan pada penutupan IGIC 2026 di Jakarta, yang dirilis oleh Kemenag.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, Jakarta Understanding menempatkan imam sebagai bagian penting dalam upaya membangun perdamaian dan menjembatani berbagai perbedaan.

“Melalui Jakarta Understanding, para Imam Besar menyampaikan pesan bahwa perdamaian adalah tanggung jawab bersama umat manusia dan masjid bisa menjadi jembatan yang menghubungkan perbedaan,” ujar Menag.

“Jakarta Understanding juga menggarisbawahi bahwa diplomasi keagamaan dapat memperkuat diplomasi antarbangsa, serta menegaskan dukungan penuh terhadap hak rakyat Palestina,” ucapnya.

Dalam kesepakatan tersebut, para imam didorong menjalankan peran lebih luas, tidak hanya sebagai pemimpin ibadah, tetapi juga sebagai mediator konflik, pemersatu keberagaman, dan penuntun moral masyarakat.

Para imam juga didorong menjadi agen perdamaian dengan memperkuat pendidikan karakter, moderasi, toleransi, kasih sayang, penghormatan terhadap perbedaan, serta literasi digital.

Jakarta Understanding turut memuat komitmen terhadap keadilan sosial dan perlindungan kelompok rentan, termasuk anak, perempuan, penyandang disabilitas, minoritas, dan kelompok lainnya.

Kesepakatan tersebut juga mendorong diplomasi keagamaan dan dialog lintas iman untuk mencegah konflik, membangun kepercayaan, serta memperkuat rekonsiliasi global.

Selain isu perdamaian dan kemanusiaan, para imam menyerukan peningkatan kesadaran ekoteologis, perlindungan lingkungan, serta keberlanjutan bumi bagi generasi mendatang.

Pada bagian lain, Jakarta Understanding menyerukan kolaborasi global antara lembaga internasional, pemerintah, dan masyarakat sipil untuk mewujudkan dunia yang adil, bermartabat, dan damai.

Kesepakatan tersebut juga menegaskan dukungan terhadap hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri, perlindungan warga sipil, penegakan hukum internasional, serta terwujudnya kemerdekaan, keadilan, perdamaian, dan martabat yang berkelanjutan bagi Palestina.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....