Kemenag Papua Dorong Dialog Lintas Agama untuk Jaga Kerukunan

  • 19 Sep 2026 19:02 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua mendorong dialog lintas agama sebagai salah satu upaya memperkuat kerukunan dan mencari solusi atas persoalan kemanusiaan di Papua.

Hal itu disampaikan Pembimbing Masyarakat Buddha Kanwil Kemenag Papua, Sarono, saat mewakili Kepala Kanwil Kemenag Papua dalam Dialog Perdamaian bertema “Menakar Peran dan Respons Umat Beragama terhadap Dinamika Kemanusiaan di Tanah Papua” di Hotel Horison Kotaraja, Jayapura.

Sarono mengatakan peningkatan kerukunan umat beragama merupakan salah satu program prioritas Kementerian Agama. Menurutnya, berbagai program perlu berlandaskan pada kepentingan kemanusiaan.

“Program sebaik apa pun harus berlandaskan pada kepentingan kemanusiaan. Karena itu, peningkatan kerukunan umat beragama menjadi salah satu prioritas Kementerian Agama,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penguatan kerukunan juga dilakukan melalui implementasi moderasi beragama yang mencakup empat indikator, yakni komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, serta penerimaan terhadap tradisi dan budaya lokal.

Menurut Sarono, dialog dan musyawarah menjadi langkah untuk mempertemukan berbagai pandangan dari tokoh agama, pemerintah, lembaga, dan elemen masyarakat.

“Kami menyambut baik kegiatan ini. Melalui dialog, berbagai gagasan dapat dipertemukan sehingga diharapkan dapat melahirkan solusi bersama terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat di Papua,” kata dia.

Ketua Majelis Muslim Papua (MMP), Ali Jibril Puarada, mengatakan perbedaan keyakinan merupakan bagian dari kehidupan masyarakat yang perlu disikapi dengan saling menghormati.

“Beragama adalah hal yang paling pribadi bagi setiap individu. Kita masing-masing memiliki keyakinan dan pandangan yang berbeda, tetapi kita harus memahami bahwa kita adalah saudara di tanah ini yang harus dapat hidup dalam kerukunan dan perdamaian,” ujarnya.

Ali juga mengajak masyarakat membangun semangat saling membantu tanpa membedakan agama, ras, maupun latar belakang.

Dialog Perdamaian tersebut digelar MMP bersama Aliansi Demokrasi untuk Papua (ALDP) untuk membahas persoalan kemanusiaan, kerukunan umat beragama, dan upaya memperkuat perdamaian di Tanah Papua.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....