Tim Pendis Kemenag Papua Pantau Revitalisasi Madrasah di Nabire
- 19 Sep 2026 18:03 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Tim Bidang Pendidikan Islam (Pendis) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua melakukan monitoring Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Revitalisasi Madrasah di Kabupaten Nabire, Selasa 15 September 2026.
Dalam rilis Kemenag disebutkan monitoring dilakukan untuk melihat perkembangan sarana dan prasarana sekaligus kondisi pelaksanaan program di madrasah penerima revitalisasi.
Salah satu lokasi yang dipantau adalah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Mambaul Ihsan. Tim menggali informasi mengenai perkembangan pembangunan, kondisi peserta didik, serta pemanfaatan fasilitas hasil revitalisasi dalam kegiatan belajar mengajar.
Kepala MI Mambaul Ihsan, Diah Ade Safitri, mengatakan revitalisasi mencakup enam ruang kelas, ruang guru, ruang kepala sekolah, aula, perpustakaan, UKS, dan kantin.
Sementara fasilitas kamar mandi dibangun baru dengan lima unit, terdiri atas dua kamar mandi putra, dua kamar mandi putri, dan satu kamar mandi guru.
“Jumlah ruangan yang direnovasi untuk ruang kelas ada enam, ruang guru satu, ruang kepala sekolah satu, ruang aula satu, perpustakaan satu, UKS satu, dan kantin satu. Untuk kamar mandi merupakan bangunan baru, terdiri atas kamar mandi putra dua, putri dua, dan guru satu,” kata Diah.
Diah mengatakan, pekerjaan revitalisasi sempat menghadapi kendala ketersediaan tenaga tukang dan bahan bangunan. Kondisi tersebut berdampak pada waktu pengerjaan sehingga diperlukan tambahan waktu untuk penyelesaian.
Di sisi lain, pihak madrasah masih menghadapi sejumlah persoalan yang perlu ditindaklanjuti. Salah satunya berkaitan dengan pendataan peserta didik dalam sistem administrasi.
Dari beberapa data siswa yang sebelumnya mengalami kendala, sebagian telah berhasil ditarik. Namun, masih terdapat satu data siswa yang belum dapat diproses karena sistem menunjukkan status aktif pada sistem lain tanpa mencantumkan nama sekolah.
Persoalan tersebut akan dikonsultasikan dengan petugas yang menangani administrasi data peserta didik agar dapat diselesaikan sesuai ketentuan.
Selain administrasi, pihak madrasah juga memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, termasuk akses jembatan yang pernah menyebabkan peserta didik terjatuh atau terpeleset.
Diah menyebut kondisi lahan yayasan yang digunakan untuk mendukung keberadaan madrasah saat ini dalam kondisi aman.
Program revitalisasi madrasah diarahkan tidak hanya pada perbaikan bangunan, tetapi juga untuk mendukung lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi peserta didik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....